Situasi sidak yang dilakukan oleh Komisi II DPRD Cilegon ke RSUD Kota Cilegon, Selasa (14/1/2020). Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Komisi II DPRD Kota Cilegon menggelar sidak (inspeksi mendadak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon. Dalam sidak, para wakil rakyat  masih menemukan pasien di IGD terlihat menumpuk.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, anggota dewan tiba di RSUD pada pukul 13.54 WIB. Mereka mengunjungi sejumlah fasilitas mulai dari ruang perawatan anak, ruang perawatan dewasa, ruangan pendaftaran pasien hingga ke Ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat).
Ditemukan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa terlihat terbaring di IGD tanpa dipindahkan ke kelas-kelas perawatan. Sementara di kelas perawatan yang semestinya diisi oleh pasien justru terlihat kosong tanpa pasien.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturrohmi menyayangkan banyaknya penumpukan pasien di ruang IGD di rumah sakit tersebut. Semestinya, kata dia, pasien dipindahkan ke ruangan kelas III.

“Saya sih menyayangkan banyak pasien di IGD masih menumpuk di sini. Semestinya kan di tempatkan di ruangan kelas III tapi ini justru ruangan kelas III malah kosong tanpa pasien,” katanya usai melakukan sidak ke RSUD Cilegon, Selasa (14/1/2020).

Dengan kondisi ini, kata Faturohmi, RSUD bisa lebih mempercepat pelayanan dan memberikan kenyamanan kepada para pasien.

“Semestinya lebih di percepat lah pelayanannya. Ini dilakukan agar pasien nyaman berada di rumah sakit,” ujar politisi Partai Gerinda Cilegon.

Dalam hal ini juga, ia juga meminta agar pelayanan di RSUD Cilegon dapat lebih ramah kepada para pasien.

“Jangan sampai ada petugas yang galak atau jutek kepada para pasienya. Kami berkeinginan agar para pasein ini dilayani lebih baik oleh rumah sakit,” pintanya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Cilegon, Meisuri tak menampik kondisi penumpukan yang terjadi di ruangan IGD. Ia berkilah, banyaknya pasien ini karena faktor cuaca yang terjadi beberapa bulan ini.

“Mungkin karena faktor cuaca yah yang terjadi beberapa bulan ini,” kilah Meisuri.

Ia mengakui, kondisi IGD di RSUD Cilegon dianggap kurang ideal. Oleh karena itu, dibutuhkan perluasan ruangan sehingga tidak terjadi penumpukan pasien.

“Sebenarnya sih kapasitas di IGD kurang ideal. Kondisi ini sudah kami sampaika ke ibu Plt RSUD Cilegon (dr Arriadna) terhadap kondisi ini,” kata Mei sapaan akrabnya.

Mengenai penumpukan pasien di ruangan IGD, menurut Mei, kondisi pasien saat hendak dipindahkan ke ruangan perawatan masih belum stabil. Kedua, ia beralasan kondisi itu terjadi karena ruang perawatan juga penuh. Manajemen rumah sakit berusaha untuk merujuk ke rumah sakit lain namun dari pihak keluarga pasien menolak untuk di pindahkan dan memilih menunggu ruangan kosong.

“Kondisi seperti inilah yang membuat IGD di sini (RSUD Cilegon) selalu penuh,” paparnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here