Para wisatawan mulai memadati Pantai Sambolo, Anyer, saat libur panjang, Jumat (30/10/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Banten menyebut tingkat okupansi pada long weekend atau libur panjang akhir Oktober 2020 lebih ‘sumringah’ bila dibandingkan saat awal masa pandemi yang angkanya di bawah 20 persen.

Ketua PHRI Banten Achamad Sari Alam mengatakan, jumlah pengunjung hotel di libur panjang Hari Maulid Nabi Muhammad SAW dan Sumpah Pemuda ini mengalami peningkatan yang luar biasa. Peningkatannya dibandingkan awal Covid-19 sekitar 85 persen hingga 100 persen.

“Cukup cerah libur panjang di tahun ini. Rata-rata okupansi diatas 85 hingga 100 persen jika dibandingkan dengan 6 bulan lalu sejak covid-19. Di mana awal covid-19 saja, kondisi hotel terpuruk bahkan ada hotel maupun restoran tutup,” kata Sari Alam kepada Selatsunda.com ditemui, Belum lama ini.

Baca juga  Baru Dibuka, Pasien OTG Corona di Rusunawa Margaluyu Kota Serang Tembus 6 Orang

Sari Alam mengaku, kebanyakan para wisatawan domestik maupun mancanegara memilih berlibur ke wisata Anyer dan Tanjung Lesung.

“Pantai Anyer dan Tanjung Lesung masih menjadi primadona bagi para wisatawan. Karena Pantai Anyer daan Tanjung Lesung juga memiliki pantai yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan daerah lain. Dan tentu saja, Banten masih menjadi magnet bagi para wisatawan untuk berekreasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, meningkatnya tingkat hunian hotel terjadi karena ada kepercayaan dari masyarakat untuk berwisata. Hal itu terjadi karena tempat-tempat wisata sudah menerapkan protokol kesehatan.

“Bahkan hotel dan restoran mempromosikan penerapan protokol kesehatan sebagai sarana untuk menarik tamu,” katanya.

Saat ini, kata dia, pengunjung sangat sadar berwisata dengan benar-benar memperhatikan protokol kesehatan. Jika terdapat hotel dan restoran tidak menerapkan protokol kesehatan, pengunjung enggan menginap maupun makan di restoran.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

“Indikatornya sederhana, jika tamu datang ternyata dites suhu badan dan tidak disediakan wastafel untuk cuci tangan, bisa tidak didatangi konsumen,” ujarnya.

Oleh karena itu, selain mengingatkan anggotanya selaku pengelola hotel dan restoran juga diminta untuk terus menaosialisasikan protokol kesehatan kepada para pengunjung.

“Saya optimis jika penanganan Covid-19 secara nasional, terutama di Banten bisa lebih baik, maka akan berdampak luar biasa untuk sektor pariwisata juga akan semakin membaik pula. Kunjungan wisatawan akan meningkat, begitu juga tingkat okupansi hotel akan membaik,” harapnya. (Ully/Red)