Kondisi air PDAM yang bocor dan meleber di Jalan lIngkar Selatan, Kota Cilegon, Selasa (14/7/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pipa air yang bocor di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kota Cilegon merupakan proyek yang dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Cilegon di 2018. Kala itu proyek dikerjakan di masa Kepala Disperkim Cilegon, Azis Setia Ade Putra, menjabat.

“Itu mah waktu kepala dinasnya Pak Azis dan proyeknya pun dikerjakan di 2018 bukan 2019. Berarti proyek lama bukan proyek baru,” kata Kepala Disperkim Kota Cilegon Bukhori, Jumat (17/7/2020).

Lebih lanjut, paparnya, Disperkim sebelum pipa mengalami kebocoran lebih dulu melakukan uji coba. Itu dilakukan untuk memastikan kondisi pipa layak.

“Sebelum kejadian bocor udah sempat diuji coba dulu. Kalau sekarang ada kebocoran, menurut saya itu hal yang biasa terjadi,” lanjut Bukhori.

Baca juga  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Cairan Kimia Terguling di SPBU Grogol

Menurut Bukhori, meski pipa air tersebut dioperasikan untuk PDAM, namun pipa tercatat sebagai aset Disperkim.

“Secara administratif, itu memang masih milik Disperkim Kota Cilegon. Tapi lantaran sudah digunakan oleh PDAM-CM, operasionalnya sudah menjadi tanggung jawab PDAM-CM,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Arsitektur Kota pada Disperkim Kota Cilegon Edhi Hendarto menuturkan, pekerjaan pipa milik PDAM dibangun sejak 2017 lalu.

“Sudah mulai dibangun jaringan pipa tersebut sejak 2017 silam. Dan 2019 lalu, kami telah merampungkan jaringan dari Ciwaduk, Kecamatan Citangkil sampai JLS,” paparnya.

“Awalnya itu kami bangun jaringan Ciwaduk – JAR, pada 2017. Kemudian dilanjutkan pada 2018 yakni jaringan pipa ke arah JAR wilayah ujung PCI. Di 2019 ada dua paket, diantaranya ke JAR wilayah Citangkil,” ucapnya kembali.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

Menurut Edhi, pihaknya telah membangun tahap awal sekitar 3 tahun lalu. Usai pembangunan awal ini, pihaknya akan kembali memperluas jaringan mulai dari selatan dan utara Kota Cilegon.

“Kota Cilegon kan diprediksi akan mengalami krisis air pada 2025. Mengingat kuota air bersih untuk PDAM-CM dari PT KTI tinggal 15 liter per detik. Sementara PR penyaluran air bersih masih banyak kearah utara,” pungkasnya. (Ully/Red)