(Foto dok. Istimewa)

CILEGON,  SSC – Direktorat Kepolisian Air (Polair) Polda Banten telah memeriksa 10 orang saksi untuk diminta keterangan terkait kebocoran pipa gas yang terjadi di perairan Bojonegara,  Senin (9/8/2018) lalu. Saksi yang diperiksa termasuk dari pihak Kapal KM Lumoso Raya yang diketahui saat kejadian berada dilokasi.

“Ada sekitar 8 sampai 10 orang yang sudah kita minta keterangan.  Semuanya,  dari pihak kapal,  PLTGU,  dari CNOOC sendiri,” ungkap Dirpolair,  Kombes Pol Nunung Syaefudin dikomfirmasi,  Selasa (10/7/2018).

Dugaan penyebab kebocoran itu,  kata Nunung,  masih terus diselidiki.  Disinggung soal dugaan kebocoran akibat sobekan jangkar dari Kapal KM Lumoso Raya yang saat itu lego jangkar di lokasi kejadian pasca keluar dari galangan kapal PT Samudera Marine Indonesia (PT SMI) juga maish diselidiki.  Adanya indikasi lain juga masih didalami penyidik.

“Jadi itu keluar docking,  dia lego jangkar. Tetapi ini kan masih baru dugaan saja artinya kita tidak tahu persis penyebab bocorannya pipa gas  tersebut. Apakah karena kena jangkar atau hal lain yang mungkin diluar dari pada itu,” tandasnya.

Untuk menyelidiki itu,  sambungnya,  pihaknya juga menurunkan tim penyelam dari Polair.  langkah itu dilakukan untuk memastikan penyebab dari bocornya pipa gas milik CNOOC itu. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here