Tiga terduga pelaku kasus pembacokan di Perumahan KS digelandang Resmob Satreskrim Polres Cilegon, Kamis (11/7/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Unit Reserse Mobil (Resmob) Satreskrim Polres Cikegon berhasil membekuk tiga pemuda terduga pelaku kasus pembacokan yang terjadi di Perumahan Krakatau Steel (KS) Kecamatan Purwakarta, Selasa (25/7/2019) lalu. Ketiga terduga berinisial SU (27), AX (30) dan KN (32) dan merupakan warga Kramatwatu, Kabupaten Serang ini ditangkap aparat di lokasi dan waktu yang berbeda pada Senin (8/7/2019).

Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra mengatakan, awalnya polisi menangkap terduga pelaku SU di Terate, Kabupaten Serang pada pukul 01.00 WIB dini hari. Setelah mengintrogasi pelaku, polisi kemudian mengejar AX dan KN. Terduga KN di tangkap di RSUD Drajat Prawiranegara, Kabupaten Serang yang saat itu hendak membawa istrinya berobat. Sementara, AX ditangkap di depan tempat hiburan malam Dinasty X3.

“Dari tiga pelaku ini, hanya SU yang berani melawan petugas,” kata Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra, saat ditemui di Polres Cilegon, Kamis (11/7/2019).

Baca : Pelajar di Kota Cilegon Dibacok Segerombolan Orang Tak Dikenal

Dari tangan ketiga terduga,masih kata Dadi, polisi berhasil menyita sebilah pisau yang digunakan pelaku membacok korban saat di lokasi. Tak hanya pisau, barang bukti lainnya berupa 3 unit sepeda motor yang digunakan pelaku menjalankan aksi mereka turut disita.

“Barang bukti yang berhasil kita (polisi,red) amankan berupa pisau dan 3 unit sepeda motor. Tak hanya itu, dari pelaku (SU) kita juga berhasil menemukan 0,6 gram sabu dan alat hisap yang rencananya akan dijual oleh pelaku,” kata Dadi.

Ia mengungkapkan, korban saat kejadian mengalami luka bacok di bagian kepala, perut, punggung dan kaki. Korban pembacokan bernama Suryadi, Wahyudi dan Bahrul Ulum.

Baca juga : Polisi Selidiki Kasus Pembacokan Dua Pemuda di Perumahan KS

Sementara itu, Kapolres Kota Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso mengungkapkan, motif pengeroyokan yang dilakukan oleh pada pelaku adalah motif dendam karena kalah berkelahi di salah satu tempat hiburan malam (THM) yang terjadi di Jalan Aat Rusli. Sehingga pada saat itu juga terjadilah pertikaian antara pelaku dan korban.

“Para pelaku dipukuli dan kalah jumlah. Karena itulah mereka dendam dan melakukan pengeroyokan. Sementara untuk pelaku-pelaku lain, rata-rata bermotif aksi solidaritas.
Mereka tidak ikut berantem waktu di tempat hiburan malam itu. Tapi mereka ikut saat melakukan pengeroyokan, sekadar aksi solidaritas,” ujar Kapolres.

Rizki mengaku, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain selain 3 pelaku pembacokan tersebut. Pengejaran terus dilakukan untuk mengungkap lebih dalam motif dan pembacokan.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dikenakan ancaman Pasal 170 KUHP tentang penggunaan kekerasan secara bersama-sama dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun hingga 6 tahun,” pungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?