Ketua Tim Pertimbangan DPD II Partai Golkar Kota Cilegon, Tb Iman Ariyadi menyampaikan orasi politik saat pelantikan Pengurus Kecamatan (PK) Cilegon-Cibeber di Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Sabtu (11/6/2022). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Ketua Tim Pertimbangan DPD II Partai Golkar Kota Cilegon, Tb Iman Ariyadi mengomentari kondisi yang belakangan terjadi di Pemerintah Kota Cilegon salah satunya terkait beredar video Walikota Cilegon, Helldy Agustian yang memarahi bawahannya saat rapat dinas, beberapa waktu lalu. Komentar itu dilontarkan Iman Ariyadi saat menyampaikan orasi politik dalam pelantikan Pengurus Kecamatan (PK) Cilegon-Cibeber, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Sabtu (11/6/2022).

Iman menyatakan, sikap marah-marah Walikota Helldy kepada bawahan saat rapat dinas tidaklah etis. Iman menerangkan, jika sikap marah itu karena adanya SILPA besar sehingga capaian kinerja menjadi rendah, maka hanya ada dua kemungkinan sebabnya. Kata Iman, sebab itu mungkin karena kesalahan kepala daerah itu sendiri atau bisa juga dinas.

Baca juga  Cabuli Anak Pacar Sendiri, Pria di Cilegon Dibekuk Polisi

“Buat apa marah-marah terus di taruh (soal pencapaian), lalu ditaruh di YouTube. Kalau mereka punya anak dan istri kasihan kan beban moral mereka (kepala dinas). Kalau SiLPA itu besar, berarti ada dua kemungkinan akan terjadi. Yang pertama adalah kesalahan pimpinan yaitu Walikota dan Wakil Walikota, dan kedua bisa jadi kesalahan dinas,” ucap Iman dalam orasinya.

Iman membandingkannya saat dia menjadi Walikota. Kala itu, dalam mengevaluasi kinerja dinas tidak dilakukan dengan marah-marah. Menurutnya, cukup dengan memanggil kepala dinas dan mencari solusinya. Yang terpenting, target kinerja tercapai.

“Saat saya menjadi Walikota, (kinerja OPD) itu selalu saya evaluasi, saya panggil kendalanya apa, tidak perlu rapat-rapat apalagi sampai marah-marah, buat apa? Yang penting tercapai target kerjanya,” tuturnya.