Polres Cilegon menggandeng Pemuda dan Ormas melaksanakan deklarasi tolak berita hoaks saat di salag satu hotel di Cilegon, Rabu (19/12/2018). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Polres Cilegon bersama dengan unsur pemuda yang tergabung dalam LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Ormas (Organisasi Masyarakat, KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) mendeklarasikan tolak berita hoaks jelang Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) dan Pilres (Pemilihan Presiden) di 2019 mendatang.

Hal ini terungkap saat Seminar Deklarasi Masyarakat Kota Cilegon Menangkal Berita Hoaks, Siap Mensukseskan Pemilu 2019 Yang Aman, Nyaman, Sejuk dan NKRI Harga Mati yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon,” Rabu (19/12/2018).

Kaur Bin OPS Intelkam Polres Cilegon Iptu Hadi Subeno mengatakan, peran serta dari seluruh pihak baik dari kalangan pemuda dan organisasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam memerangi berita hoaks. Apalagi saat ini penyebaran hoaks di medsos media sosial semakin luar biasa.

“Kenapa kita (Polres Cilegon,red) sasarannya lebih kepada pemuda? Kami melihat pemuda maupun organisasi ini bisa dikatakan sangat aktif dalam menggunakan media sosial. Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan peranan dari pemuda dan organisasi lain dalam memerangi hal tersebut,” kata Hadi.

Oleh karena itulah, lanjutnya, seminar ini dapat dijadikan bentuk dan upaya sosialiasi kepada para pemuda. Supaya dapat bersama-sama memerangi hoaks.

“Jadi butuh waktu berkali-kali bahkan berulang-ulang kepada pemuda akan bahaya yang ditimbulkan dari adanya berita hoks tersebut. Dengan begitu, ketika berita hoaks itu muncul, mereka (pemuda dan organisasi lainnya,red) bisa menangkal keberadaan berita hoaks itu,” ujarnya.

Sekalipun Polres Cilegon belum memiliki tim saber yang menangani khusus soal berita hoaks, namun ia mrnghimbau agar masyarakat pro aktif. Bilamana menemukan hal tersebut dapat langsung melaporkan kepada pihak berwajib.

“Hingga saat ini saja, di Polres Cilegon belum ada tim saber khusus menangani berita hoaks. Yang saat ini ada tim saber berita hoaks baru di Polda Banten. Tapi, apabila masyarakat menemukan adanya berita hoaks bisa melaporkan langsung ke pihak Polda Banten.

Ia menegaskan, ancaman yang dihadapi bagi penyebar berita hoaks akan dikenakan sanksi dijerat dengan Undang-undang ITE dengan ancaman kurungan penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar.

Sementara itu, Ketua KPU Cilegon Irfan Alfi mengaku, sangat mengapresiasi kegiatan deklarasi tolak berita hoaks tersebut. Diakuinya, keterlibatan dari kalangan pemuda dan organisasi masyarakat ini sangat membantu KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam menolak berita hoaks.

“Baguslah peran serta dari pemuda dan ormas dalam menangkal berita hoaks. Saya akui peran dari pemuda dan ormas ini masih bersifat sporadis dan diharapkan, usai kegiatan ini pemuda dan ormas bisa masif dalam menangkal berita hoaks,” pungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?