CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggandeng perusahaan BUMN yakni, PT Krakatau Information Technology (KIT) untuk membantu merealisasikan program smart city. Mengingat program smart city yang diamanatkan dalam RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menenggah Daerah) Kota Cilegon tidak sama sekali berjalan maju.
Hal ini terungkap saat kegiatan MoU (Momerendum OF Understanding) yang dilakukan Pemkot Cilegon dengan PT Krakatau Information Technology (KIT) yang digelar di ruang rapat walikota Cilegon, Rabu (11/3/2020) siang tadi.
Walikota Cilegon Edi Ariadi menganggap bila program smart city yang sudah dicanangkan cukup lama ini hanyalah isapan jempol belaka. Itu bisa terlihat pada rencana Pembangunan Gedung Cilegon Command Center yang dianggarkan senilai Rp 4 miliar tidak juga terealisasi.
“Selama ini kan hanya ngomong doang. Ya kan (program smart city) ada di RPJMD juga makanya Pak Aziz sebagai Diskominfo harus bisa merealisasikan program ini. Apalagi, sisa RPJMD tersisa tahun ini,” kata Edi kepada awak media, Rabu (11/3/2020).
Ia mengungkapkan, meski pihaknya sudah memiliki aplikasi clue 112, namun aplikasi tersebut pun dianggap belum tepat sasaran.
“Yah saya dapat informasi kalau aplikasi clue 112 bukan memberitahu keluhan di wilayah. Tapi minta-minta uang. Itu enggak boleh ditanggapi lah. Apa mungkin masyarakat menilai aplikasi clue 112 tidak bermanfaat buat mereka?,” ungkapnya.
Tambah lagi pada beberapa waktu lalu, sebanyak 10 situs dinas Pemkot Cilegon dibajak akibat sistem IT lemah. Ia berharap, dengan MoU tersebut bisa berjalan sesuai harapan.
“Oleh karena dengan MoU antara Pemkot Cilegon, KIT dan Polres semua informasi bisa lebih baik lagi. 6 bulan udah jadi kayaknya, jadi akhir tahun ini udah ada lah command center. Tapi juga harus disosialisasikan,” kata dia.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT KIT Amirul Mu’tama mengaku siap menjalankan kerjasama antara Pemkot Cilegon, Polres Cilegon dalam mengaplikasikan program smart city.
“Prinsipnya kita sih siap dalam mengaplikasikan kerjasama ini. Salah satu tantangan yang sebuah kota bukan hanya persoalan IT semata, melainkan kecerdasan masyarakat juga jadi syarat terwujudnya kota pintar. Dan harapan kami, agar Pemkot Cilegon dapat lebih maju dan mampu mengaplikasikan semua program khsusunya program smart city ini,” pungkasnya. (Ully/Red)

