Petugas tengah mendata manifes salah satu penumpang kendaraan sebelum masuk ke Pelabuhan Merak, Cilegon, Senin (23/7/2018). Foto Ronald Siagian / Selatsunda.com

CILEGON, SSC – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry mulai menyiapkan strategi untuk mengintegrasikan sistem pembelian tiket online dengan penerapan manifest penumpang secara jangka panjang. Sistem yang akan dirancang itu akan melibatkan sejumlah pihak salah satunya dari pihak Perbankan.

“Sistem pembelian tiket nanti akan dengan cash less. Sementara ini kalau rencana kita, berkerjasama dengan pihak bank itu jauh lebih baik,” ungkap General Manajer PT. ASDP Merak, Fahmi Alweni dikonfirmasi di Pelabuhan Merak, Cilegon, Senin (23/7/2018).

Penyediaan tiket online dengan pembayaran cepat itu, kata Fahmi, masih terus dibahas. Termasuk ASDP juga berupaya untuk mengintegerasikan tiket online dengan manifes penumpang.

“Kemarin ada penawaran dari Bank Mandiri sendiri, dia akan menyiapkan dispenser di pelabuhan ini untuk pembelian kartu cash less. Ini sedang kita coba pembelian tiket dengan online sekaligus terintegrasi dengan manifes,” tandasnya.

Saat ini, tutur Fahmi, penerapan aturan manifes sudah mulai diberlakukan terhadap calon penumpang kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Merak sekalipun cara itu masih dilakukan secara manual.

Diketahui sebelumnya, Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten mengultimatum operator kapal di Pelabuhan Merak menyangkut penegakkan aturan manifes penumpang. Pemenuhan manifes penumpang wajib untuk ditaati dalam menjamin keselamatan pelayaran kapal sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2016 tentang Daftar Penumpang dan Kendaraan Angkutan Penyeberangan dan PM 28 Tahun 2016 tentang Kewajiban Penumpang Angkutan Penyeberangan Memiliki Tiket.

“Sekarang memang kita masih menyediakan form atau blangko ya, tapi ke depan kita akan lebih baik lagi untuk persiapan sistemnya. Kita juga meminta calon penumpang kapal untuk menyadari, bahwa dengan manifes itu membuktikan kalau mereka juga diasuransikan,” paparnya.

Sementara salah satu sopir kendaraan truk, Fredi (24) yang dicegat petugas sesaat sebelum masuk ke dalam area pelabuhan mengaku tidak terganggu dengan pengisian blangko untuk manifes. Menurutnya, manifes bertujuan baik demi keselamatan penumpang saat diatas kapal.

“Ya kita merasa dilindungi juga, jadi identitas kita yang mau nyeberang ini diketahui. Tapi tadi yang ditanya (oleh petugas pencatatan manifes) cuma nama, plat nomor dan jumlah penumpang. Ke depan kalau bisa juga alamat lengkap itu tercatat, biar lebih validlah, soalnya tadi itu kita tidak dimintai KTPnya,” Ungkap sopir yang membawa muatan klontongan dari Jakarta ke Palembang itu. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here