Ratusan Calon Pengantin di Kota Cilegon diberikan pembekalan Pra Nikah dalam seminar Calon Pengantin Menuju Keluarga Keluarga “Sawana” di Aula Seta II Kota Cilegon, Selasa (24/7/2018). Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Ketua Pokja I Pembina Kesejahteraan Kelurga (PKK) Cilegon Pipih Apipah mengatakan, pembekalan pra nikah kepada Calon Pengantin (catin) yang akan berumah tangga sangatlah penting untuk diketahui.

Hal itu disampaikannya dalam Seminar Pra Nikah Tingkat Pemahaman Calon Pengantin Menuju Keluarga Keluarga “Sawana” (Sakinah, Mewaddah dan Warahmah) yang dihadiri ratusan pasangan catin di Aula Setda II Cilegon, Selasa (24/7/2018).

Lebih jauh Pipih menjelaskan, bekal pengetahuan sebelum menikah itu sangat perlu untuk mencegah perceraian dini. Pasangan sudah memiliki pengetahuan sebelum menikah bagaimana berumah tangga yang baik.

“Jadi sebelum menikah, para catin ini diberikan pembekalan dulu. Ketika nanti pasangan ini membina keluarga, mereka bisa lebih paham akan kekurangan dari pasangan mereka bahkan bisa mengantisipasi terjadinya penyakit menular maupun homo seksual,” kata Pipih kepada Selatsunda.com disela-sela kegitan,  Selasa (24/7/2018).

Menurut dia, kasus perceraian sering terjadi karena dilatarbelakangi ketidakharmonisan antar pasangan dan itu tergolong rentan saat usia perkawinan baru berjalan dari 0 sampai 5 tahun. Menurut Pipih, biasanya perceraian dipicu karena tidak ada saling pengertian, faktor orang ketiga, faktor ekonomi dan kurangnya pahamnya pasangan dalam berumah tangga.

“Catin perlu diberikan kursus pranikah selama dua hari yang meliputi pembekalan tentang UU Perkawinan, Badan Penyelesaian Perselisihan Pernikahan dan Perceraian (BP4),” kata Pipih.

Lewat kursus pranikah itu,  harap Pipih,  pasangan sudah mengetahui banyak hal diantaran terkait fiqih perkawinan, psikologi perkawinan, manajemen ekonomi keluarga, pengertian kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta perlindungan anak dan pemberian ASI.

“Catin juga dibekali tentang ilmu dan pengetahuan bagaimana membina rumah tangga yang baik menyangkut hak dan kewajiban masing-masing pasangan,” ujarnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here