CILEGON, SSC – Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon menargetkan tingkat okupansi hotel di Cilegon akan mencapai 100 persen pada bulan november mendatang. Proyeksi ini menyusul akan diselenggarakannya kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke IV di Cilegon yang diikuti 1.500 Anggota DPRD kota se- Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia (Adeksi).
Ketua PHRI Kota Cilegon Syarif Ridwan mengatakan, penyelenggaraan Adeksi di Cilegon memberi angin segar bagi pelaku usaha bisnis hotel dan restoran. Sebanyak 40 hotel berbintang dan 17 hotel tidak berbintang di Cilegon diperkirakan akan terisi penuh atas penyelengaraan rakernas itu.
“Akan full terisi semua hotel di Cilegon dengan digelarnya Adeksi. Kami, menargetkan 1000 hotel (berbintang maupun non bintang) di Banten dapat terisi semua,” kata Syarif kepada Selatsunda.com,” Senin (27/8/2018).
Berkat penyelenggaraan itu, kata Syarif, pendapatan yang dapat diraup hotel kurang lebih mencapai Rp 4 miliar. Bukan itu saja, dampak positif lainnya juga akan dirasakan oleh bisnis lain. Keutungan dari penyedia jasa seperti jasa makanan, shopping, hiburan dan wisata juga meningkat.
“Kalau di hitung-hitung mereka (peserta) adeksi menghabiskan uang belanjanya sebesar Rp 2- Rp 5 juta sekali belanja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Cilegon Fakih Usman Umar mengatakan, dirinya akan berkomunikasi dengan Ketua PHRI Cilegon mengenai penyelenggaraan Adeksi. Okupansi itu perlu disesuaikan karena menyangkut anggaran anggota dewan di setiap daerah.
“Nanti saya ngobrol dulu dengan Ketua PHRI Cilegon terkait seluruh tamu hotel yang diminta harus menginap hotel yang bukan bintang empat di Kota Cilegon. Soalnya ini berkaitan dengan kebijakan anggaran. Peserta Adeksi ini kan mendapatkan alokasi menginap di hotel bintang empat, bila peserta tidak menginap di hotel bintang empat maka akan menjadi temuan kedepannya,” ucap Fakih. (Ully/Red)

