CILEGON,  SSC – Insiden kecelakaan truk fuso yang mengakibatkan rampdoor KMP Rajabasa patah di Dermaga IV,  Pelabuhan Merak,  bisa cepat diatasi.   Dalam waktu kurang lebih 1 jam 20 menit,  Pihak PT ASDP Merak  berhasil mengevakuasi truk dan kapal langsung engker.

Pantauan selatsunda.com di lokasi,  satu buah crane milik PT PP yang saat itu beroperasi di dermaga VII langsung didatangkan ASDP Merak kelokasi untuk mengevakuasi truk.  Saat dilokasi, truk pengangkut batubara bernomor polisi BG 8784 I yang tersangkut itu juga ditarik truk penumpang lain untuk dievakuasi. Dalam waktu 1,2 jam atau sekitar pukul 20.45 WIB,  truk itu berhasil dievakuasi.
Begitupun sekitar 3 unit kendaraan yang terjebak didalam kapal dapat langsung dibongkar.

“Kami tadi langsung antisipasi dengan crane dari dermaga VII,  punya PP. Alhamdulillah,  sudah normal. Kira kira kita evakuasi ini lebih kurang 1,2 jam lah. Ngga lama” tutur General Manager PT ASDP Merak,  Fahmi Alweni dilokasi.

Dijelaskan Fahmi,  insiden itu tidak sampai membuat Jembatan Penghubung atau Moviable Bridge (MB) Dermaga IV rusak. Jika tidak cepat diatasi, sambungnya, dimungkinkan baru akan berpengaruh pada MB itu.

“Kalau sampai terlambat evakauasi (truk) bisa nyemplung. Setelah dilihat untuk MB kita,  tidak ada masalah hanya rampdoor kapalnya saja (rusak), ” tandasnya.

Sementara itu,  sopir yang mengemudi truk fuso,  Suki tidak menyangka akan terjadi insiden itu.  Sopir yang mengangkut batubara dari Palembang ke Jakarta itu mengaku lega proses evakuasi dapat diatasi petugas.

“Yach,  paling (rusak) fisik doang. Kalau mesin ngga papa.  Hanya belum dicek semua, karena malam begini. Yang penting udah bisa keluar (dari kapal), ” ungkapnya.

Sementara, Kepala Cabang PT Gunung Makmun Permai yang mengelola KMP Rajabasa di Merak,  Cholid mengaku pasca evakuasi kapal langsung engker.

“Langsung engker, diperbaiki dulu,”  ujarnya singkat. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here