SERANG, SSC – Ratusan warga etnis Tionghoa memadati Vihara Avalokitesvara Banten, Kelurahan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang untuk merayakan Hari Raya Imlek yang jatuh pada hari ini, Sabtu (25/1/2020).
Vihara sudah dipadati umat untuk beribadah sejak 07.30 wib pagi hari. Beberapa warga diantaranya datang dengan membawa lilin. Beberapa juga terihat menggunakan baju berwarna merah lekat dengan perayaan Imlek. Satu persatu umat khusus berdoa dengan menjalankan sejumlah ritual di dalam vihara.

Ketua Vihara Avalokitesvara Banten, Lu Fang Qing menyatakan, perayaan tahun baru Imlek dalam sejarah Cina merupakan tradisi bentuk rasa syukur umat kepada Sang Pencipta yang telah memberikan keberkahan dilewatinya peralihan musim dingin ke musim semi. Wujud itu saat ini diritualkan umat untuk mensyukuri berkah yang diberikan Sang Pencipta.
“Jadi Hari Raya Imlek hanya tradisi saja, ritual umat bersyukur kepada yang diatas. Dalam ceritanya, umat bersyukur telah dilalui musim dingin ke musim semi,” ungkapnya.
Pria disapa Ong King ini menyatakan, umat beribadah ke Vihara Avalokitesvara Banten datang dari berbagai daerah. Karena vihara yang ada di tengah lokasi peninggalan sejarah Kesultanan Banten ini sudah dikenal luas masyarakat Tionghoa di Indonesia.
“Semuanya kita ini dari Jakarta juga ada, Bogor juga ada. Secara umum memang tempat vihara kita ini sudah nasinal. Tapi kebanyakan Sekitar Jawa barat,” tuturnya.
Sejauh ini, kata dia, ibadah perayaan Imlek di Vihara Avalokitesvara Banten berjalan lancar. Umat di vihara saat Imlek biasa lebih ramai bila dibanding hari biasa. Diperkirakan umat masih akan terus memadati vihara hingga Esok, Minggu (26/1/2020).
“Ini kan relatif (padat), mungkin kebetulan besok hari minggu besok juga ramai, karena masih hari libur,” tuturnya.
Sementara, salah satu umat dari Kota Serang, Yen Cun mensyukuri kepada Sang Pencipta atas perayaan Imlek pada tahun ini. Selain memenuhi ritual peribadatan, ia bersyukur dapat berkumpul merayakan Imlek bersama keluarga.
“Ini merupakan tradisi dari nenek moyang kita. Jadi kalau dari tradisi Imlek, kita memaknainya dengan beribadah sekaligus kita bersama keluarga bisa berkumpul,” tandasnya. (Ronald/Red)

