CILEGON, SSC – Guna mengantisipasi kekeringan yang melanda warga Grogol, tepatnya di lingkungan Cupas Wetan, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (Disperkim) Kota Cilegon mulai membangun sumur bor.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Arsitektur Kota pada Dinas Perkim Cilegon, Edi Hendarto mengatakan, sumur bor di wilayah Cupas Wetan untuk mengatasi kekeringan air bersih saat masuk musim kemarau.
“Karena kebutuhan air bersih di sana (Cupas Wetan) sangat membutuhkan air bersih, makannya kami telah membangun sumur bor di daerah tersebut,” kata Edi kepada Selatsunda.com,” Jumat (24/1/2020).
Edi menjelaskan, keberadaan sumur bor ini mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk 100 kk (kepala keluarga). Dengan kebutuhan air bersih sebanyak 120 liter.
“Kedalaman sumur bor yang kita buat ini sedalam 50 meter. Jadi dengan kedalaman 50 meter ini, tentunya bisa dimandatkan oleh 100 kk di sana,” jelas Edi.
Selain di Cupas Wetan, sambung Edi, Disperkim juga telah membuat sumur bor yang sama di wilayah Sumur Wuluh yang bisa dinikmati untuk 500 kk.
“Pastilah mereka butuh banget air bersih itu. Apalagi, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sampaikan jika musim hujan ini akan berakhir pada awal Febuari dan akan berlanjut musim kemarau mulai Febuari hingga Desember 2020 memdatang. Oleh karena itu, kita antisipasi bagaimana saat musim kemarau, kebutuhan air bersih ini dapat dinikmati oleh warga,” sambungnya.
Sementar itu, Lurah Gerem, Kecamatan Grogol Deny Yuliandi mengaku sangat beruntung dengan adanya sumur bor dari pemerintah untuk masyarakat lingkungan Cupas Wetan. Sebab, selama ini setiap musim kemarau sering kesulitan air bersih.
“Senanglah dapat bantuan dari pemerintah daerah (pemda) melalui Disperkim dengan adanya sumur bor ini. Soalnya, kalau musim kemarau, warga kami memang kesulitan air. Meski, sebelum pembuatan sumur ini kondisinya cukup sulit dan banyak batu-batu, tapi akhirnya jadi juga sumur bor ini. Karena, sumur bor ini mampu memenuhi kebutuhan 200 kk,” ujar Deny.
Ia berharap, pemerintah bisa membantu warga agar air yang ada di sumur bor ini dapat langsung tersalurkan ke rumah warga tanpa harus datang kelokasi sumur bor.
“Harapanya gitu mba. Supaya air di sumur itu bisa langsung nyambung ke rumah warga. Kalau enggak bisa pun, pemerintah bisa meralisasikan di Musrembangkota (Musrembang Kota),” harapnya. (Ully/Red)

