20.1 C
New York
Rabu, Juni 24, 2026
BerandaPemerintahanRenja 2022, Dinkes Serang Prioritaskan Penanganan Stunting

Renja 2022, Dinkes Serang Prioritaskan Penanganan Stunting

-

SERANG, SSC – Penanganan kasus stunting atau gagal tumbuh pada anak masih menjadi target prioritas Dinas Kesehatan Kota Serang pada 2022 mendatang.

Kepala Dinkes Kota Serang, Ikbal mengatakan, pihaknya memproyeksikan kasus stunting di tahun depan akan turun. Hal ini dilihat dari turunnya jumlah kasus selama beberapa bulan terakhir tahun lalu.

Dari data yang pihaknya, angka stunting selama pandemi berlangsung sejak Maret hingga September 2020 tercatat 7,1 persen. Angka tersebut di tiga bulan terakhir turun menjadi 3,1 persen.

“Kami memang fokus bagaimana untuk mengurangi angka stunting. Memang sudah ada penurunan angka stunting sebesar 4 persen dari 7,1 persen menjadi 3,1 persen,” ujarnya usai kegiatan Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinkes Tahun 2022 di salah satu hotel di Kota Serang, Senin (22/2/2021).

Ia mengatakan, langkah penanganan stunting pada tahun 2022 akan menyasar kepada anak di sekolah dasar dengan pembagian tablet penambah darah. Selain itu penanganan juga dilakukan dengan memberikan edukasi reproduksi kepada masyarakat serta memantau ibu hamil.

“Jadi semua yang hamil itu harus diperiksa, semua harus melahirkan di fasilitas kesehatan. Bayi yang baru lahir harus mendapat asi eksklusif,” tambahnya.

Meski mentargetkan turun, dia mengakui tidak dapat menekan angka stunting jika tidak melibatkan OPD lainnya.

Sebab dalam menangani stunting terdapat dua intervensi yaitu intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Dinkes sendiri, kata dia, melalukan intervensi spesifik seperti imunisasi, pemberian edukasi dan lainnya. Sedangkan intervensi sensitif seperti faktor kemiskinan, pengangguran menjadi tanggung jawab OPD lain. Dia mengatakan, jika faktor tidak ditangani baik maka kasus stunting berpotensi akan muncul.

“Nah kalau berbicara persentase pengelompokan, Dinkes itu hanya mampu menyelesaikan 30 persen. Sedangkan sektor lain itu 70 persen,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak agar OPD dan stakeholder turut membantu menekan angka kasus stunting di Kota Serang. Dengan harapan stunting dapat ditekan.

Selain stunting, Ikbal juga menyinggung akan memprioritaskan pengembangan dan peningkatan Standar Pelayanan Minimum (SPM) RSUD. Karena fasilitas RSUD seperti tempat tidur dan lainnya belum sepenuhnya memadai. (SSC-03/Red)

 

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen