Warga menyalami Wakil Walikota, Ratu Ati Marliati saat peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) yang dibangun Pondok Pesantren Al-Insan, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Selasa (10/12/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengapresiasi peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) yang dibangun oleh Pondok Pesantren Al-Insan di Lingkungan Krotek, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Menurut orang nomor dua di Cilegon ini, penyediaan BLK bagi peserta di Ponpes merupakan sesuatu terobosan baru.

Ati menyatakan, selama ini banyak yang beranggapan Ponpes hanya mencetak santri-santri yang dibekali ilmu keagamaan. Namun cukup berbeda dengan Ponpes Al-Insan karena selain ilmu agama, santri juga dibekali keterampilan khusus di BLK yang dibangun.

“Dalam pesantren ini sendiri, santri di pesantren itu dibekali, bisa jadi enterprenuer. Bisa menjadi orang industri kedepannya,” ujar Anti usai meresmikan Ponpes, Selasa (10/12/2019).

Sebagai kepala daerah, Ati mengakui masih memiliki tugas yang berat menekan angka pengangguran. Dengan hadirnya BLK ini diharapkan dapat menjadi satu terobosan dalam menyerap tenaga kerja khususnya yang mumpuni dan berkeahlian sesuai kebutuhan karakteristik Cilegon sebagai kota industri.

“Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita, pemerintah daerah terutama juga industri, dapat menerima anak-anak sesuai sertifikasi. Ini dapat menekan angka pengangguran juga,” harapnya.

Sementara, Kepala Balai Besar Pengembangan Balai Latihan Kerja Serang, Agus Nur Rohman menyatakan pembangunan BLK di Kalitimbang merupakan salah satu program yang dijalankan pemerintah pusat untuk mendorong calon tenaga kerja berkeahlian. Selain melatih peserta menjadi tenaga terampil untuk industri juga didorong untuk berwirausaha.

“Jadi setelah dilatih ini, bisa ditempatkan di industri. Kalau tidak, kita dorong untuk berwirausaha,” tuturnya.

Ia berharap, pembangunan BLK memakan anggaran Rp 500 juta, peralatan Rp 300 juta dan pelatihan isntruktur Rp 20 hingga 30 juta ini dapat menjadi wadah dalam menciptakan tenaga yang kompeten khususnya bagi alumni ponpes maupun masyarakat sekitar.

“Jadi ini dipakai untuk alumni pondok, masyarakat sekitat dan kalau bisa seluruh masyarakat Cilegon,” terangnya.

Ditempat yang sama, Ketua Ponpes Al-insan, Abful Ghoffur menyatakan, ponpes saat ini sudah harus mengikuti perkembangan zaman. Santri yang dicetak selain dibekali ilmu juga penting memiliki ketrampilan khusus. Maka dari itu, BLK diinisiasi untuk dapat mencetak tenaga-tenaga handal sesuai kebutuhan di Cilegon.

“Kita ingun merubah mindset masyarakat Kerotek. Makanya kita usahakan untuk pengelasan. Kenapa pengelasan, karena industri masih banyak membutuhkan pengelasan. Selain pengelasan, bisa membuka usaha sendiri,” terangnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here