CILEGON, SSC – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon dinilai tak mampu untuk mengelola retribusi sektor parkir. Padahal potensi tersebut dianggap cukup besar apabila dikelola dengan baik dan transparan.

Hal ini terkuak dari hasil rapat gabungan antara DPRD dengan Eksekutif dalam Pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD Kota Cilegon Tahun Anggaran 2019 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Salah satu anggota Banggar DPRD Kota Cilegon, Yusuf Amin menyesalkan hingga saat ini sektor pendapatan dari retribusi parkir masih dibawah Rp 100 juta. Banyak kantong-kantong parkir, kata dia yang semestinya dapat dimanfaatkan dan berpotensi menambah pendapatan.

“Padahal di sektor parkir, justru banyak pendapatan yang bisa dapatkan oleh Dishub. Tapi justru tidak dilakukan dengan baik oleh mereka (Dishub Cilegon,red). Apalagi, banyak kantong-kantong parkir yang justru dikelola kelompok masyarakat sehingga sektor pendapatan daerah yang diterima sangat kecil,” kata Yusuf Amin dikonfirmasi, Minggu (28/7/2019).

Oleh karena itu, Yusmin sapaan akrabnya, minta agar Dishub Cilegon bisa lebih mengoptimalkan pengelolaan retribusi parkir di wilayah Cilegon.

“Bagaimana caranya, Dishub Cilegon harus mampu memgoptimalkan pendapatan tersebut. Untuk itu, kami (Banggar Cilegon,red) meminta mereka untuk kembali membuat kajian untuk persoalan parkir,” ucap salah satu politisi dari Partai PDIP.

Lebih lanjut, Yusmin pun juga meminta agar Pemkot Cilegon dapat membeli lahan untuk kantong parkir yang berada di Jalan Aat Rusli. Keberadaan kantong parkir ini, dianggap sangat berpotensi menambah pendapatan.

“Lahan parkir di Jalan Aat Rusli harus segera terealiasi. Mengingat potensinya sangat besar untuk kas daerah. Kami berharap, 2020 mendatang kantong parkir ini bisa teralisasi,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here