CILEGON, SSC – Salah satu BUMD Kota Cilegon yakni PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) di Tangerang pada Rabu, 24 September 2025. Dalam kesempatan itu, Pemegang saham PCM yakni Walikota Cilegon Robinsar memberikan sejumlah penekanan dan arahan. Salah satunya, orang nomor satu di Kota Cilegon itu menyatakan PCM memerlukan direktur keuangan untuk mengatur finansial perusahaan.
Walikota Cilegon Robinsar mengatakan, sejauh ini performa bisnis PCM sangat positif dan luar biasa. Salah satunya ditunjukan dari revenue yang dicapai pada bulan Agustus 2025 sebesar kurang lebih RP 26-27 miliar. Revenue yang dibukukan itu adalah revenue tertinggi selama sejarah PCM berdiri.
Kata Robinsar, itu artinya bisnis yang dijalankan PCM yakni di pelayanan pandu tunda kapal tugboat terus berkembang. Selain itu, PCM juga sedang fokus terhadap rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari.
Agar bisnis PCM dapat terus dikembangkan dan Pelabuhan Warnasari terealisasi, lanjutnya, PCM butuh direktur keuangan. Selama ini PCM diisi oleh dua direktur yakni direktur utama dan direktur operasional. Fungsi keuangan di PCM, kata Robinsar sehari-hari melekat pada direktur utama.
Agar direktur utama dapat fokus dalam menjalankan strategi bisnis dan direktur operasional menjalankan sisi operasional, kata Robinsar, maka perlu penambahan satu direksi yakni direktur keuangan untuk mengatur finansial PCM.
“Selama ini kan direksi kan ada dua, direktur utama dan operasional. Jangan sampai direktur utama fokus pada hal yang kurang subtantif, mengurus keuangan dan lain-lain. Makanya di RUPS LB itu, kami memutuskan untuk menambah 1 direksi, direktur keuangan dan SDM. Itu supaya membantu direktur utama dan direktur operasional, fokus dalam rangka pengembangan bisnis dan market, dan operasional di lapangan agar tidak terhambat,” katanya Robinsar, Jumat (26/9/2025).
Ia menyatakan, penambahan direktur keuangan itu diperlukan untuk menjaga dan mempertahankan keberlangsungan bisnis PCM dari sisi penguatan keuangan.
“Kami menekankan dalam RUPS-LB itu untuk menambah 1 direksi. Jadi ini sifatnya tidak dalam rangka apapun, ini dalam rangka kontinuitas dan juga persiapan PCM di masa di akan datang,” sambungnya.
Perlunya direktur keuangan, juga kata Robinsar, untuk mengelola keuangan agar efisien dan efektif.
“Kenapa perlu direktur keuangan, untuk efektivitas dan efisiensi. Karena prinsipnya BUMD diciptakan, selain meningkatkan PAD, memperkuat perpanjangan pemerintah dan mensejahterakan masyarakat. Itu harus di push segala bentuk pendapatan. Segala hal yang nggak penting, baik belanja, biaya harus dikoreksi. Yang tidak subtantif, sifatnya seremonial, sudah saya sampaikan untuk dikurangi. Jadi ada direktur keuangan, itu tadi untuk me-manage itu semua,” ucapnya.
Untuk mencari sosok direktur keuangan, kata Robinsar, Pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan seleksi terbuka atau open bidding.
“Insya Allah di minggu depan kita bentuk tim pansel (panitia seleksi) untuk mencari direktur keuangan di PCM . Insya Allah minggu depan ada tim pansel, dan melakukan tahapan seleksi,” terangnya.
Selain mencari sosok direktur keuangan, Robinsar dalam RUPS-LB juga menekankan agar PCM dapat mengekspansi bisnisnya. Robinsar mengaku, sangat paham dengan bisnis yang dijalankan PCM. BUMD Kota Cilegon itu begitu sangat diakui oleh pengguna jasa karena profesionalitasnya dan pelayanannya.
Namun, ia menekankan agar PCM tidak jago kandang di Banten saja. Tetapi harus berani mengekspansi bisnis pandu tunda tugboat di luar Banten.
“Itu juga kita sampaikan, itu juga jadi penekanan saya kemarin. Jangan sampai PCM jangan jago kandang saja. Karena PCM ini di skala nasional pun, itu sudah selevel dengan Pelindo dan KBS untuk pandu tundanya, secara kualitasnya. Tapi kita tahu (bisnis) PCM hanya di Banten saja. Makanya saya tekankan kemarin bisa diimprovisasi, dari manajemen di wilayah lain. Karena kalau bicara profesionalitas, service, PCM sangat diakui oleh pengguna jasa,” paparnya.
Robinsar menyinggung juga memberi penekanan terkait rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari. PCM dalam menjalankan rencana itu harus memegang prinsip kehati-hatian. Karena pembangunan masih perlu kajian komprehensif karena terdapat regulasi pusat yang tumpang tindih. Adanya kendala itu, kata Robinsar juga menjadi pekerjaan rumah bagi PCM dan dirinya selaku pemegang saham PCM.
Meski demikian, pihaknya dan PCM tengah memikirkan cara agar Pelabuhan Warnasari dapat terbangun. Pihaknya tengah menjalin dengan sejumlah investor untuk menjajaki rencana kerja sama.
“Makanya pengelolaan itu, salah satunya disewakan terhadap lahan, kalau pelabuhan bisa di BOT-kan atau bangun sewa guna. Makanya kita mencari investor itu tidak hanya menyiapkan uang, tetapi dia mendirikan, waktu masa tiba, serahkan. Kita lagi mencari itu,” ucapnya.
“Kita cari secara hukum aman, secara administrasi clear, tetapi secara bisnis juga jalan. Kita cari yang terbaik,” pungkasnya. (Ronald/Red)

