Salah satu Polantas Polres Cilegon tengah memeriksa surat kendaraan pengendara saat Operasi Patuh Kalimaya 2018 diselenggarakan di Kantor Satlantas Polres Cilegon, Sabtu (28/4/2018). Foto Istimewa

CILEGON, SSC– Operasi Patuh Kalimaya 2018 mulai dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Kota Cilegon. Dalam Operasi yang digelar dari mulai 26 April hingga 9 Mei itu, polisi menekankan beberapa atensi yang ditekankan kepada pengendara lalu lintas diiantaranya pengendara melawan arus dan berkendara dengan kecepatan tinggi.

Kasatlantas Polres Cilegon, AKP Fikri Ardiansyah menyatakan, operasi razia yang telah dilaksanakan selama dua hari, mendapati banyak pelanggar yang tidak mematuhi rambu lalu lintas. Diantaranya yang mendominasi pelanggar yang melawan arus.

“Kebanyakan pelanggar dalam operasi di dua hari ini, menghindari razia. Pengendara banyak yang melawan arus, melawan arah. Secara otomatis, langsung kita tindak,” ungkap Kasat, Sabtu (28/4/2018).

Kasat menyatakan, perilaku melawan arus baik tidak maupun saat operasi merupakan bentuk pelanggaran lalu lintas. Karena itu dapat membahayakan pengendara itu sendiri dan pengendara lain serta berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Itu tindakan pengendara menghindari razia, dan dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” tuturnya.

pegendara tengah diperiksa surat kendaraan oleh Petugas Satlantas Polres Cilegon saat Operasi Patuh Kalimaya 2018 diselenggarakan di Kantor Satlantas Polres Cilegon, Sabtu (28/4/2018). Foto Istimewa

Selain pelanggaran melawan arus, sambung Kasat, pelanggaran lain juga menjadi atensi pihaknya dalam operasi itu.Diantarannya, pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak bersurat kendaraan lengkap dan menggunakan alat komunikasi saat berkendara.

“Kiita utamakan pelanggaran yang punya potensi laka lantas, seperti menggunakan handphone saat mengemudi, tidak menggunakan helm. Kemudian juga melawan arus, melanggar rambu-rambu termasuk berkendara dengan kecepatan tinggi,” tandasnya.

Sejak dimulainya operasi patuh, Satlantas telah menindak sekitar 350 pelanggar lalu lintas. Operasi yang bersifat preventif itu akan diselenggarakan jelang Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri. Pada hari ketiga, Satlantas telah menindak 105 pelanggar, 60 pengendara diantaran tidak membawa Surst Ijin Mengemudi (SIM), 14 tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan 31 kendaraan dari pelanggar ditahan karena tidak bersurat kendaraan lengkap.

“Kemarin itu di Sumampir, kemudian pada hari kedua di Kawasan Bonakarta dan sekarang di Lingkungan Polres. Operasi patuh ini akan terus dilaksanakan sampai tanggal 9 mei mendatang,” terangnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here