Ditreskrimsus Polda Banten mengungkap kasus pelaku penyebar foto dan video porno anak di bawah umur saat di Mapolda Banten, Rabu (26/8/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Diduga gara-gara menyebar foto dan video yang bermuatan asusila anak di bawah umur di media sosial, mahasiswa inisial RK (22) asal Desa Sidosari, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ditangkap Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten.

Kasus dugaan tindak pidana ITE ini terungkap berdasarkan laporan korban, JL pada 14 Agustus 2200. Awalnya korban bertemu dengan tersangka di media sosial Facebook
sekitar bulan Juni 2020. Korban kala itu menerima pertemanan dengan tersangka dengan nama akun Desfi. Korban dan pelaku kemudian intens berkomunikasi hingga Juli 2020.

Pelaku kemudian menggencarkan aksinya dengan meminta nomor Whatsapp melalui Inbox Facebook. Korban langsung memberikan nomor selular miliknya dengan alasan, yang bersangkutan hanya menjawab untuk komunikasi.

Setelah korban memberikan nomor whatsapp pribadi dengan nomor 083829144xxx, muncul nomor baru pada handpone korban dengan nomor 0895230086xxx yang mengaku atas nama KK LIZA alias tersangka RK.

Saat intens, tersangka meminta korban untuk melakukan foto tanpa busana. Tersangka dengan tipu muslihatnya kemudian membujuk rayu korban dan akhirnya korban berfoto dan video dengan tanpa busana dan mengirimkan melalui pesan Whatsapp dan inbox ke facebook.

Korban oleh tersangka dalam kondisi tersebut diancam jika tidak memenuhi permintaan akan memviralkan video bugil tersebut dengan menggunakan akun facebook milik korban. Sehingga seolah-olah korban sendiri yang mengupload video tersebut ke dalam media sosia facebook.

Baca juga  Ditanya Rekom KASN Soal Sekda, Walikota Serang Malah Curhat Sering Ditelepon Orang

Sekitar pada tanggal 30 Juli 2020 pukul 13.00 Wib, korban diinformasikan oleh rekannya bahwa fotonya telah beredar luas dengan tanpa busana di akun facebook miliknya.

“Ketika korban membuka akun facebook-nya sudah tidak bisa digunakan kembali dan video tersebut sudah beredar di lingkungan sekolah korban,” ujar Dir Reksrimsus Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin
didampingi Kabidhumas Kombes Pol Edy Sumardi dalam ekspos kasus perkara  diruang Press Conference Polda Banten, Rabu (26/8/2020).

Dari hasil penyelidikan, kata Nunung, tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten melacak keberadaan terakhir pemilik akun facebook atas nama D. Ditelusuri, keberadaan pemilik akun Facebook atas nama D adalah tersangka.

RK pada Rabu, 19 Agustus 2020 sekitar pukul 20.15 WIB di tangkap di kampungnya tepatnya di Desa Sidosari Kecamatan Natar, Lampung.

“Tersangka RK ditangkap dan diamankan tim Siber Ditreskrimsus Polda Banten di bawah pimpinan AKP Asep Ariful Bahri. Selanjutnya tersangka RK dibawa ke Ditreskrimsus Polda Banten untuk dimintai keterangan serta proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dalam penangkapan itu, polisi berhasil mengungkap modus tersangka. Tersangka selain diduga menyebar video dan foto korban juga mengoleksi untuk memuaskan hasrat seksualnya sendiri.

Baca juga  Penjabat Sekda Nanang Yakin Pendistribusian Vaksin Covid-19 di Serang Aman

Pada kasus tersebut, lanjut Nunung, turut diamankan barang bukti berupa 1 (bundle) Screen Shoot percakapan whatsapp antara korban dengan pelaku.

“1 unit handphone milik korban yang digunakan komunikasi dengan pelaku, dan 1 Unit Handphone Milik tersangka berikut dengan kartu selular pada saat komunikasi dengan korban,” katanya.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dikenai Pasal 37 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, Pasal 76 i UU RI Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 45 ayat (1) Jo 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana Maksimal 16 Tahun Penjara dan denda 1.000.000.000 (satu Miliar).

Sementara, Kabid Humas Edy Sumardi menghimbau kepada orang tua harus selalu mengawasi penggunaan Gadget atau handphone terhadap anaknya.

“Terkait kasus ini saya menghimbau kepada seluruh orang tua khususnya yang berada di wilayah hukum Polda Banten agar selalu memantau atau mengawasi anaknya jangan sampai ada lagi korban kasus seperti ini,” ucap Edy. (Ronald/Red)