Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin. (Foto Dokumentasi Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Serapan anggaran Pemerintah Kota Cilegon hingga akhir Triwulan II Tahun 2022 masih rendah. Minimnya realisasi serapan anggaran ini salah satunya disebabkan karena banyaknya kegiatan yang belum terealisasi.

Informasi yang dihimpun Selatsunda.com, secara rata-rata serapan belanja daerah di seluruh OPD hingga Mei ini mencapai 23 persen. Beberapa OPD yang minim serapan anggaran yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) sebesar 9,21 persen dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) sebesar 9,99 persen. Sementara OPD dengan serapan tertinggi yakni Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah mencapai 37,32 persen.

Mengenai serapan anggaran OPD yang masih rendah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin mengatakan, ada latar belakang yang menyebabkannya. Salah satunya terkait lelang kegiatan baik pekerjaan fisik dan non fisik masih dalam proses.

“Kalau saya lihat, pelaksanaan (kegiatan fisik dan non fisik) ini, program kerja teman-teman (OPD) masih dalam tahap pelaksanaan (lelang),” ujar Maman, Jumat (10/6/2022).

Baca juga  Lapas Cilegon Bangun Blok Hunian Baru Tampung Narapidana Beresiko Tinggi

Atas capaian tersebut, kata Maman, Walikota Cilegon Helldy Agustian menginginkan agar OPD segera melakukan percepatan. Ia pun menginstruksikan agar OPD dapat mempercepat pekerjaan kegiatan. Paling tidak diharapkan dapat terealisasi di awal Triwulan III.

“Pak wali berharap ada percepatan realisasi. Saya kira kita masih punya waktu. Makanya saya minta teman-teman (OPD) untuk konsen mengejar itu. Insya Allah di Triwulan III ini dapat terealisasi dengan baik,” tuturnya.

Saat disinggung awak media muncul banyak anggapan serapan rendah karena OPD terpengaruh dengan rencana rotasi dan mutasi, Maman menjelaskan tidak ada kaitan dengan hal itu.

Ia meminta agar OPD tetap konsen melaksanakan seluruh kegiatan yang telah direncanakan. Karena pada dasarnya seluruh program/kegiatan kerja yang telah direncanakan OPD tetap direalisasikan.

Baca juga  Cabuli Anak Pacar Sendiri, Pria di Cilegon Dibekuk Polisi

“Sebetulnya itu (rotasi dan mutasi) nggak jadi alasan. Program kan, memang program kerja yang harus dijalankan. OPD harus concern terhadap itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Badan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Cilegon, Mariano mengatakan, lelang pengadaan baik pekerjaan fisik dan non fisik yang telah terealisasi hingga akhir Triwulan II/2022 mencapai 19 persen. Sementara lelang pekerjaan yang tengah dalam proses sampai saat ini mencapai 2 persen.

Dengan hasil capaian tersebut dan setelah mendapat arahan dari pimpinan pada rapat dinas lalu, kata Mariano, pihaknya akan berkoordinasi dan turun ke OPD untuk mengurus dokumen baik yang akan dilelang dan dalam proses review. Hal itu dilakukan agar lelang cepat terealisasi.

“Pasca rapat dinas, kita akan koordinasi dengan OPD. Gimana caranya, progress dapat baik. Makanya nanti kita akan turun ke OPD-OPD,” pungkasnya. (Ully/Ronald/Red)