Politisi Golkar Cilegon, Iye Iman Rohiman mengadakan konferensi pers terkait pencalonannya menjadi Walikota Cilegon saat di salah satu rumah makan di Cilegon, Rabu (6/10/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Politikus Golkar Cilegon, Iye Iman Rohiman mengaku siap menerima konsekuensi dipecat oleh partainya sehubungan dengan keikutsertaaanya dalam pencalonan atuapun penjaringan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon 2020 oleh partai politik.

Iye menyatakan, keputusannya maju pilkada 2020 sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat.

Menurutnya, keputusan untuk maju nyalon sebagai bentuk keperdulian terhadap masyarakat menjadikan Kota Cilegon lebih baik. Bahkan untuk mewujudkan itu, perlu perjuangan yang lebih agar perubahan bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Keputusan saya ini sudah bulat. Meski saat ini saya belum mundur dari Partai Golkar, saya siap menerima konsukuensi bahkan di pecat dari Partai Golkar. Mau tidak mau dan harus siap dengan konsekuensi yang saya terima ini,” kata Iye kepada awak media ditemui di salah satu rumah makan di Kota Cilegon,” Rabu (9/10/2019).

Terkait dengan posisinya di Golkar masih menjadi kader, sambung mantan anggota DPRD Cilegon hingga dua periode ini mengaku tidak keberatan dan tidak terganggu dengan status tersebut. Ia maju mencalonkan diri lebih karena sebagai seorang profesional. Ia mengaku siap berkompetisi politik dengan Ratu Ati Marliati sebagaimana kader yang sudah didukung oleh Golkar.

“Kalau dibilang terganggu, saya kira tidak. Pak Haji (Iye Iman Rohiman,red) pure berangkat secara profesional. Dan pak haji juga, siap melawan Bu Ati dalam bursa Pilkada Cilegon 2020 ini,” sambungnya.

Sejauh ini, dia mengatakan sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh dan elit politik yang juga menyatakan siap mewarnai Pilkada 2020. Diantaranya Awab, Alawi dan Dede Rohana. Sementara terhadap Ali Mujahidin dan Ratu Ati Marliati belum dijalin komunikasi.

“Kalau ke Pak Awab pernah ngobrol, Alawi (Ketua DPD PAN Cilegon) apalagi sering ngobrol dengan saya, termasuk dengan Dede Rohana. Ya kalau dengan Pak Haji Mumu (Ali Mujahidin, Ketua Umum PB Al Khairiyah) belum, dan dengan Bu Ati (Ati Marliati, Wakil Walikota) juga belum. Semua itu berawal dari pertemanan saja,” paparnya.

Menanggapi hal ini, Sekjen DPD II Partai Golkar Cilegon, Sutisna Abbas menjawab santai soal Iye Iman Rohiman yang maju dalam bursa pencalonan walikota dan wakil walikota Cilegon 2020.

“Golkar sih menanggapinya santai aja. Tidak ada pemecatan atau seperti apa. Kalaupun pada akhirnya dia (Haji Iye) itu kompetitor tidak masalah untuk kami (Golkar,red),” tegas Sutrisna. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here