Warga melintas di Perumahan Karisma Gelam Asri di Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (9/10/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Warga Perumahan Karisma Gelam Asri di Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang kesal bukan kepayang perumahannya kerap disantroni maling. Belakangan dari deretan kasus pencurian di perumahan tersebut, salah seorang warga di yang tinggal di Blok F menjadi korban.

Ketua RT setempat, Ahmad mengatakan, aksi pencurian dibenarkannya terjadi terhadap salah satu warga di Blok F. Uang sebesar Rp 7 juta milik korban raib oleh maling termasuk dua buah handphone android.

“Iya benar, sekitar seminggu yang lalu salahsl satu warga di perumahan Karisma Gelam Asri kembali menjadi korban kemalingan. Saat melapor, korban kehilangan uangnya sebesar tujuh juta rupiah yang disimpan di dalam tas dikamarnya dan dua handphone android,” ujarnya, Rabu (9/10/2019).

Ahmad menceritakan peristiwa itu bukan sekali terjadi. Sejak dirinya menjabat sebagai Ketua RT tahun 2018 lalu sudah 5 kali terjadi kejadian serupa. Bahkan, kata dia, kasus itu pernah menimpanya.

“Permasalahannya, karena tidak ada petugas keamanan yang berjaga, ditambah lokasi perumahan tidak dilengkapi tembok pagar disekitaran pinggir perumahan. Sehingga siapa saja orang sangat mudah masuk ke lokasi perumahan. Selain itu, lokasi perumahan tampak gelap karena fasilitas penerangan juga sangat minim,” ungkapnya.

Ahmad kembali memaparkan, jika pihaknya sudah berupaya berkomunikasi dengan pihak developer untuk menyelesaikan persoalan, namun tak kunjung membuahkan hasil.

Sementara, warga lainnya, Dziki mengaku mulai resah dengan peristiwa kemalingan tersebut. Maling, kata dia, masih bisa leluasa karena tidak ada tembok pembatas perumahan.

“Sangat kesal, karena membuat saya tidak tenang tinggal di perumahan bahkan untuk meninggalkan rumah. Sebab, maling tersebut masih berkeliaran. Ditambah, perumahan juga belum diberikan tembok penghalang yang dulu dijanjikan oleh pihak developer sebagai fasilitas keamanan perumahan,” ujarnya kesal.

Dziki berharap, adanya etikad baik dari pihak developer untuk segera membangun tembok penghalang, karena merupakan janji dari pihak developer sebagai fasilitas perumahan. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here