Kespek SMAN 1 Cilegon, Al Ikhwan (kiri), Ketua Komite, Kaheruji dan anggota Fatullah Hasyim mengklarifikasi isu pungutan uang bimbel dan pelepasan siswa saat di SMAN 1 Kota Cilegon, Rabu (1/4/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – SMAN Negeri 1 Kota Cilegon dan pengurus Komite Sekolah memutuskan untuk menunda pelaksanaan pelepasan siswa. Hal ini disampaikan untuk mengklarifikasi terkait isu dugaan pungutan uang bimbel dan pelepasan yang dikeluhkan wali murid ditengah kondisi Covid-19 yang merebak.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Cilegon, Al Ikhwan mengatakan, penundaan pelepasan atau perpisahan siswa dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi terakhir Virus Corona. Sekolah belum memutuskan untuk membatalkan pelepasan karena masih akan mengikuti situasi terakhir terkait Covid-19.

Pihaknya memperkirakan, batas waktu penundaan akan diputuskan usai Hari Lebaran pada 25 Mei 2020 mendatang. Ada dua opsi kemungkinan yang diputuskan nanti. Bilamana setelah Lebaran kondisi Covid-19 telah mereda maka perpisahan akan dilanjutkan. Namun sebaliknya, bila situasi terkait Virus Corona masih belum berakhir maka perpisahan tidak dilaksanakan atau dibatalkan serta uang yang telah diberikan akan dikembalikan.

“Anak-anak kita memang berkeinginan besar untuk perpisahan. Insya Allah akan kami coba (putuskan) kalau sekolah mampu, habis Lebaran. Tapi kalau masih Corona, kita putuskan untuk kembalikan,” ujarnya saat ditemui di SMAN 1 Cilegon, Rabu (1/4/2020).

Sementara, Ketua Komite SMAN 1 Kota Cilegon, Khaeruji yang mewakili pengurus dan wali murid menjelaskan, kegiatan pelepasan siswa awalnya dibahas dalam rapat komite dengan perwakilan wali murid yang digelar pada 16 September 2019 dan 18 September 2019. Komite saat itu menyerahkan keputusan kepada perwakilan wali murid dan diputuskan untuk melaksanakan kegiatan pelepasan siswa.

“Jadi pada waktu itu kita tawarkan, tolong jangan salah tangkap. Kami dari komite menyerahkan sepenuhnya ke wali murid. Jadi pada saat itu banyak meminta untuk pelepasan,” tuturnya.

Kala itu, kata dia, komite bersepakat bersama dengan sekolah untuk mengadakan perpisahan. Namun ditengah Covid-19, pendanaan perpisahan oleh siswa berpolemik. Pihaknya pun bersama sekolah kemudian memutuskan untuk menunda kegiatan pelepasan hingga Hari Lebaran. Bilamana pasca Hari Lebaran, kondisi terkait virus corona masih belum reda maka uang akan dikembalikan.

“Untuk pelepasan tadi, bapak Kepala Sekolah sudah menegaskan, kalau tidak memungkinkan, kami siapkan untuk di kembalikan. Hanya sementara ini kami belum memutuskan. Mudah-mudahan, dengan kehendak Allah, Tuhan Yang Maha Esa, corona ini bisa cepat menghilang. Kalau disitu sudah memungkinkan, kami akan melaksanakan dan melayani anak-anak. Kalau tidak memungkinkan, kita mengembalikan itu,” terangnya.

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Belum diputuskannya kegiatan perpisahan dibatalkan oleh sekolah sehubungan dana yang terkumpul telah digunakan untuk membayar kepada penyedia jasa saat persiapan perpisahan. Seperti pembayaran deposit sewa tempat, musik, tari dan lain sebagainya.

“Jadi dari rencana pelepasan itu, ada yang sudah digunakan untuk pembayaran tari, musik Down Payment sewa tempat dan sebagainya. Makanya saya mewanti-wanti, jangan ada (penggunaan dana) yang terlewat,” ujar Al Ikwan kembali.

Sementara, Anggota Komite Sekolah, Fatullah Hasyim menyatakn, kegiatan perpisahan siswa diakui pihaknya berpolemik di tengah kondisi Covid-19. Ia pun menyadari hal tersebut namun seluruh mekanisme persiapan perpisahan yang disiapkan komite telah sesuai prosedur.

Ia menyatakan, kegiatan diperkirakan bisa dilanjutkan dan juga bisa dibatalkan melihat situasi terakhir nanti Corona pasca Lebaran.

“Kita tahu dalam keadaan seperti ini, sampai batas waktu yang belum ditentukan terkait Corona ini lewat atau tidak, yang jelas kita merencanakan di akhir Mei, pasca Lebaran. Mudah-mudahan Corona sudah lewat, perpisahan dilanjutkan, bukan di cancel tapi ditunda dalam batas waktu yang belum ditentukan melihat situasi (Covid-19) kedepan,” terangnya.

Sementara soal biaya Bimbingan Belajar (Bimbel), Kepsek Al Ikwan menjelaskan, program bimbel memang sudah dijalankan sejak November 2019 hingga Februari 2020 mengingat program Ujian Sekolah (US) akan dilaksanakan Maret.

Kala itu sebelum menjadi Kepsek, kata Al Ikhwan, biaya diperoleh lewat partisipasi murid secara sukarela. Biaya tidak sama sekali diminta secara paksaan. Pendanaannya tidak memungut dengan mematok besaran untuk seluruh siswa. Kata Al Ikhwan, siswa yang mampu bisa membantu sekolah dengan membayarnya namun bagi siswa yang tidak mampu tidak dipungut biaya.

“Yang bimbel mulai dilaksanakan pada November samapi Februari. Karena pada saat itu program sekolah 16 maret. Adapun Rp 350 ribu itu untuk yang mampu, dipersilahkan mencicil, itu tidak memaksa. Memang dari komite dulu tidak memaksa, bahkan jangan sampai menagih. Kalau yang tidak mampu tidak usah. Dan selama ini pun Bimbel dilakasanakan hari sabtu, motivasi siswa mengikuti itu bagus. Siswa yang hadir hampir semua, penuh, hampir 90 persen,” terangnya.

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Untuk diketahui, berikut klarifikasi tentang pungutan dana bimbel dan pelepasan siswa SMAN 1 Cilegon :

1. Program kegiatan Persiapan UN/US dan Pelepasan siswa diawali berdasarkan usulan Perwakilan kelas XII dan dilaniutkan dengan Rapat pengusus komite dengan Pengelola SMAN 1 Cilegon pada tanggal 16 September 2019

2. Program kegiatan Persiapan UN/US dan Pelepasan Siswa dilaksanakan berdasarkan keinganan dari orang tua untuk melaksanakan kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 18 September 2019

3. Kosekuensi dari pelaksanaan program tersebut memerlukan ditanggung bersama oleh orang tua yang besarnya disepakati dalam musyawarah rapat orang tua bersama pengurus komite

4. Berdasarkan hasil rapat Orang Tua direkomendasikan bagi siswa keluarga tidak mampu dibebaskan dari pembiayaan program tersebut

5. Bagi Orang Tua yang keberatan bisa langsung menyampaikan kepada pihak sekolah.

6. Sumbangan dana kegiatan dapat diangsur sejak bulan September 2019 sampai awal februari 2020. Jadi tidak benar jika di tengah musibah wabah corona adanya tagihan pembayaran kegiatan bimbel dan pelepasan siswa.

7. Sumbangan dilakukan melalui Bendahara Komite yang dibantu pelaksanaannya oleh pembantu melalui rapat orang Tua yang pembiayaan yang dananya dalam pembiayaan program tersebut bisa langsung Bendahara komite di sekolah

8. Program Kegiatan Persiapan UN/US telah dilaksanakan sejak awal November 2019 s.d sampai menjelang Ujian sekolah tanggal 16 Februari 2020.

9. Rencana Pelaksanaan Pelepasan di Bulan April 2020 setelah pelaksanaan UNBK

10. Berhubung situasi kondisi aturan yang berlaku dalam menyikapi penyebaran virus corona maka rencana pelaksanaan pelepasan siswa ditunda sampai situasi aman dari virus corona dan sudah disampaikan surat edaran kepada orang tua. Jadi tidak ada dari Pengurus Komite atau pihak sekolah yang menyatakan pelepasan siswa dibatalkan

11. Jika pelepasan siswa tidak dimungkinkan untuk dilaksanakan karena situasi sudah dibayarkan akan dikembalikan disesuaikan dengan biaya yang sudah digunakan dalam masa persiapan kegiatan.

12. Dengan adanya pemberitaan di media online maka perwakilan kelas XII melakukan poling/angket tentang keberlanjutan kegiatan pelepasan siswa. Berdasarkan pooling 95% siswa menghendaki kegiatan pelepasan siswa tetap dilaksanakan sambil menunggu waktu masa KLB darurat penyebaran virus corona berhenti.

(Ronald/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini