20.1 C
New York
Sabtu, Desember 13, 2025
BerandaPeristiwaSoal Aksi Demo, Mitsubishi Chemical Bantah PHK 70 Pekerja Alih Daya

Soal Aksi Demo, Mitsubishi Chemical Bantah PHK 70 Pekerja Alih Daya

-

CILEGON, SSC – Aksi ratusan massa organisasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Terdampak Industri Banten yang berunjuk rasa di Pabrik PT Mitsubishi Chemical Indonesia (PT MCCI), Jalan Cilegon – Merak, Kelurahan Gerem,  Kecamatan Grogol, Cilegon, Selasa (2/10/2018), berakhir dengan mediasi lanjutan.

Pantauan selatsunda.com, mediasi berakhir sekitar pukul 12.30 WIB. Koordinator Aksi, Hariadi mengatakan, hasil mediasi antara perwakilan pengunjuk rasa dengan manajemen perusahaan berlangsung alot. Kebijakan pemutusan kotrak kerja yang diambil MCCI terhadap salah satu  perusahaan alih daya milik pengusaha lokal setempat, menurutnya, dinilai tidak berdasar dan tanpa  alasan yang jelas. Perusahaan beralasan bahwa pemutusan kontrak kerja yang mengakibatkan sekitar 70 pekerja di PHK, paparnya, karena persoalan administrasi pajak.

“Tadi di dalam sana mediasi, pertama kita tanyakan jangan hakimi sepihak pengusaha lokal. Apabila katakanlah memang bersalah, kan harus ada bukti. Kalau bicara pajak,  harus ada bukti otentik dari Direktorat Jenderal Pajak. Awalnya memang perusahaan tidak mau membuka itu. Tetapi setelah didesak terus menerus, akhirnya dibuka. Tuntutan kita jelas, sudah terpenuhilah dalam konteks melihat fakta secara otentik. Tapi ini masih proses pengkajian,” ujarnya.

Hariadi menjelaskan, persoalan itu akan diselesaikan lewat upaya mediasi lanjutan pada Rabu (3/10/2018) esok hari. Pihak perusahaan alih daya akan dipertemukan dengan MCCI.

“Apabila pengusaha lokal dan pekerja lokal ini siap besok langsung di pekerjakan, setelah pengusaha lokal clear dengan MCCI,” tandasnya.

Pihaknya berharap agar MCCI dapat komitmen dengan kesepakatan yang diambil saat mediasi. Bilamana tidak terdapat penyelesaian, kata Hariadi, pihaknya mengancam akan melakukan aksi demonstrasi lanjutan.

“Besok hanya pertemuan khusus, kami dari Gerem dan Rawa Arum akan menghadirkan pengusaha lokal ketemu langsung dengan MCCI. Kita targetkan besok clear. Apabila perusahaan ada terindikasi menyingkirkan pengusaha lokal, kearifan lokal, kita akan berdemo besok kamis,” tegasnya.

Sementara itu, General Affair PT MCCI, Muhammad Reza membantah jika adanya pemutusan hubungan kerja terhadap 70 pekerja alih daya sebagaimana ditudingkan massa aksi. Para pekerja, lanjut Reza, tetap bekerja di MCCI.

“Intinya rekan-rekan (Aliansi) ini mencari informasi. Dari manajemen kami sudah memberikan informasi tersebut, termasuk memperlihatkan data yang diinginkan. Intinya terkait karyawan yang dirumahkan itu, komitmen dari kami itu tidak ada. Tidak ada pemutusan hubungan kerja. Mereka bisa tetap bekerja disini,  berdasarkan seperti apa kotraknya. Jadi memang komitmen kami, tidak ada mereka tidak bekerja lagi,” paparnya.

Soal adanya administrasi pajak yang memicu pemutusan kontrak kerja pengusaha lokal, Reza enggan menjelaskan secara detail. Namun permasalahan tersebut akan diselesaikan lewat mediasi lanjutan yang akan dilaksanakan esok hari.

“Untuk administrasi pajak itu, kurang elok kita menjelaskan. Tapi nanti kami akan ada pertemuan lanjutan dengan pengusaha. Pertemuan nanti itu sama-sama bisa berkomunikasi lah, supaya clear semua,”  paparnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -