Suasana sosialisasi Pemilukada terhadap ASN di lingkup Pemerintahan Cilegon dan TNI yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon di salah satu Hotel, Jumat (20/12/2019).

CILEGON, SSC – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon memastikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam mendukung salah satu peserta calon dipastikan akan dipenjara. Pasalnya, jika hal tersebut terjadi maka para ASN tersebut dinilai telah mencederai demokrasi.

Ketua Tim Asistensi Bawaslu RI, Bachtiar Baetal meminta agar ASN tetap netral dan tidak mendukung salah satu calon peserta khsusunya di Pilkada Cilegon 2020 mendatang.

“Sudah jelas tertulis ASN yang tidak netral di Pilkada akan kami sanksi teguran bahkan sanksi tegas yakni dipenjara. Kalau masih saja ada ASN yang dukung mendukung kepada salah satu calon, maka oknum ASN tersebut akan menerima sanksi yang cukup berat,” kata Bachtiar Baetal, saat sosialisasi Pemilukada terhadap ASN di lingkup Pemerintahan Cilegon dan TNI yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon di salah satu Hotel, Jumat (20/12/2019).

Ia menambahkan, keberadan ASN semestinya harus netral dan tidak  terlibat dalam Pemilukada. Jika masih saja ada ASN yang dukung mendukung kepada salah satu calon, maka oknum ASN tersebut akan menerima sanksi yang cukup berat.

“Namun sanksi itu mulai berlaku ketika pihak penyelenggara (KPU) menetapkan Paslon yang maju dalam Pemilukada dan yang bisa menentukan bersalah atau tidak ASN itu berada di Gakumdu bukan di Bawaslu. Bawaslu hanya menampung laporan dan yang memproses adalah Gakumdu yang terdiri dari Kejari, dan aparat penegak hukum,” imbuhnya (Ully)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here