Karyawan di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang menggunakan masker. Foto Dokumentasi

SERANG, SSC – Aturan transisi new normal yang diterapkan oleh Pemkot Serang dalam  rangka mencegah penularan Covid-19 di Kota Serang rupanya belum sepenuhnya dijalankan dengan baik oleh masyarakat. Dibeberapa tempat keramaian dan fasilitas umum lainnya masih ada saja masyarakat yang tidak mematuhi aturan dengan tidak menjalankan protokol kesehatan. Oleh karena itu, Pemkot Serang akan menganjar sanksi bagi pelanggar.

Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Serang, W Hari Pamungkas mengatakan, penerapan saksi tersebut sudah diatur dalam Peraturan Walikota Serang Nomor 18 tahun 2020 tentang Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tempat keramaian dan fasilitas umum dalam masa transisi pemberlakuan tatanan normal baru di Kota Serang. Bagi yang melanggar protokol kesehatan maka akan diganjar sanksi administrasi diantaranya mulai dari sanksi menyapu hingga menyanyikan lagu kebangsaan.

“Karena aturan sudah jelas di dalam Perda itu yach harus dijalankan oleh pelanggar,” kata Hari saat dikonfirmasi Selatsunda.com, Rabu (24/6/2020).

Ia menjelaskan, pemberian sanksi administrasi ini sebagai bentuk efek jera kepada warga yang tidak mentaati perwal.

“Sanksi tetap dilakukan hingga kasus virus corona di Kota Serang nol kasus,” jelasnya.

Terkait ada pesan berantai beredar di masyarakat terkait pengaturan sanksi denda sebesar Rp 250 ribu, lanjut Hari, hal itu adalah berita bohong atau hoaks. Kota Serang dengan menyesuaikan zona orange hanya memberlakukan sanksi administrasi.

Baca juga  Lapas Cilegon Bangun Blok Hunian Baru Tampung Narapidana Beresiko Tinggi

“Kalau di Kota Serang belum ada kebijakan itu. Kalau di daerah PSBB kemungkinan ini bisa berlaku,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya sebagai bagian Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang belum mendapat informasi berapa jumlah  masyarakat yang disanksi karena melanggar aturan tersebut.

“Belum ada hingga saat ini,” pungkas Hari singkat.

Berikut ini aturan protokol kesehatan berdasarkan Perwal Nomor 18 tahun 2020.
Dimana untuk setiap tempat keramaian dan fasilitas umum yang berpotensi menjadi tempat penulararı covid-19 wajib mempedomani protokol kesehatan sebagai berikut:

a. melakukan pembersihan menggunakan disinfektan secara berkala di area kerja dan area publik (mendisinfeksi fasilitas umum dengan air yang mengalir / handsantizer yang sering disentuh publik).

b. menyediakan fasilitas cuci tangan/wastafel dengan menggunakan sabun dan air mengalir serta mudah diakses oleh pekerja dan pengunjung/pelaku usaha.

c. pastikan pekerja memahami perlindungan diri dari penularan COVID-19 dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

d. melakukan pengecekan suhu badan pengunjung dengan alat thermo gun pada pintu masuk.

e. mewajibkan kepada pengunjung menggunakan masker.

f. memasang media informasi serta petugas khusus untuk mengingatkan pekerja, pelaku usaha, pelanggan/konsumen dan pengunjung agar mengikuti ketentuan pembatasan jarak fisik dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir/hand sanitizer
serta kewajiban menggunakan masker.

Baca juga  Cabuli Anak Pacar Sendiri, Pria di Cilegon Dibekuk Polisi

g. memberikan tanda khu sus yang ditempatkan di lantai area padat
seperti ruang ganti, lift, dan area lain sebagai pembatas jarak antar individu.

h. pengaturan meja kerja/pengunjung, tempat duduk dengan jarak minimal 1 meter.

i. menggunakan pembatas/partisi (misalnya flexy glass) di meja atau counter selagai perlindungan tambahan untuk pekerja (kasir,
customer service dan lain-lain); dan/ atau

j. pengaturan jumlah pengunjung atau pelanggan maksimal 30% (tiga puluh persen) dari luas kapasitas tempat yang tersedia. (prosentase mengikuti perkembangan dan rekomendasi dari gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kola Serang).

k. Setiap pengunjung dibatasi durasi kunjungarı paling lama 2 jam.

I. Jam operasional masing-masing tempat keramaian dan fasilitas umum diatur lebih lanjut oleh opd/dinas terkait

m. Mengatur arah masuk dan menerapkan
pembatas jalur pergerakan/jalan kaki pengunjung agar tidak terjadi contra flow.

n. Menyediakan ruang fasilitas kesehatan dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan apabila ada pegawai atau pengunjung yang terkena gejala covid-19.

o. Melaksanakan protokol lainnya apabila dipandang perlu yang berkaitan dengan covid-19. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini