Rumah korban Pesawat Sriwijaya Air 182 di Kompleks Taman Lopang Indah, Kelurahan Unyur, disantroni maling. (Foto Dokumentasi)

SERANG, SSC – Entah apa yang ada di benak pelaku pencurian terhadap satu keluarga di Kota Serang yang menjadi korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air 182. Pada Jumat malam (15/1/2021) lalu, rumah korban pesawat Sriwijaya Air, Arneta Fauzi (41) di Kompleks Taman Lopang Indah, Kelurahan Unyur, disantroni maling.

Ketua Rukun Tetangga setempat, Nanang Wahyudi mengungkapkan, rumah yang ditempat korban saat itu dalam kondisi kosong. Kejadian pembobolan diketahui setelah Asisten Rumah Tangga (ART) korban, Yayu mengecek kondisi rumah korban. Ternyata, sejumlah barang telah raib digondol maling.

“Antaranya satu unit sepeda, stroller bayi, tabung gas elpiji tiga kilogram, hingga galon air minum raib digondol maling,” ungkap Nanang dikonfirmasi, Minggu (17/1/2021).

Baca juga  Video Geng Motor Acungkan Pedang di Jalanan Kota Serang Viral

Ia menjelaskan, rumah korban saat dicek sudah dalam kondisi terbuka. Kemungkinan pelaku mengawali aksi kejahatannya dengan masuk dengan merusak genteng dan plafon karena terlihat dirusak.

“Lewat genteng, ada empat (genteng) dibuka, terus lewat plafon, turun ke kamar belakang dan keluar lewat pintu belakang,” paparnya.

Atas kejadian tersebut selanjutnya pihak setempat langsung melaporkannya ke pihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti.

Diketahui sebelum rumah dibobol maling, korban yang baru tinggal 3 bulan ini dikabarkan menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air bersama anaknya, Fao Nuntius Zai belum satu tahun, Zurisya Zuar Zai (8) dan Umbu Kristin Zai (2). (Ronald/Red)