Seorang narapidana dibujuk untuk di suntik vaksin saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Lapas Kota Cilegon, Rabu (25/8/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pelaksanaan vaksinasi yang gencar dilakukan pemerintah tidak selalu berjalan normal. Kali ini, pelaksanaan vaksinasi di Lapas Kelas II Kota Cilegon terjadi kejadian yang tidak biasa, Rabu (25/8/2021). Seorang narapidana saat hendak disuntik vaksin oleh petugas vaksinator malah kabur.

Kejadian itu terjadi saat pelaksanaan vaksin digelar pada pukul 08.00 WIB oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon. Napi yang kabur itu diketahui bernama Eka M Musali (35). Napi itu saat mendapat giliran untuk divaksinasi ketakutan dan kabur meninggalkan meja vaksinator.

Saat itu, petugas sipir sempat mengejar napi tersebut yang meninggalkan tempat pelaksanaan vaksin. Sang napi kemudian dibujuk kembali untuk mau menjalani suntik vaksin.

Baca juga  Sejumlah Elit Politik Hadiri Pelantikan Partai Beringin Karya Cilegon

Napi itu saat hendak disuntik terlihat menolak kembali. Namun petugas dengan sabar berusaha kembali membujuknya dan mau untuk divaksin.

Eka mengaku lega sudah disuntik vaksin. Ia mengaku tidak mau divaksinasi karena takut dan trauma dengan jarum suntik.

“Dari kecil sudah takut jarum suntik. Saat petugas bilang udah selesai, saya lega akhirnya. Ternyata, hanya sakit sedikit. Saya malah tidak terlalu merasakan jarum yang disuntikkan,” kata Eka kepada awak media di Lapas Kota Cilegon.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon Erry Taruna DS mengatakan, Lapas melaksanakan vaksinasi Covid-19 sebanyak 1.700 orang dengan total narapidana 1.643 orang.

“Kami targetkan 1 hari ini selesai di vaksin,” ujar Erry.

Baca juga  KPU Cilegon Tindak Lanjuti PAW Anggota DPRD Meninggal Dunia

Lanjut Erry, Lapas Cilegon juga memiliki enam penghuni warga negara asing (WNA). Keenam napi WNA ini memiliki hak yang sama untuk mendapatkan vaksinasi.

“Karena mereka warga binaan kami (Lapas Cilegon) juga memiliki hak yang sama dengan napi lainya yang ada di sini,” lanjut Erry.

Erry mengaku, awal pertama pademi covid-19, total napi yang terkonfirmasi covid-19 di Lapas Cilegon sebanyak 7 orang. Napi yang terkonfirmasi ini selanjutnya di tempatkan di ruangan khusus untuk mengantisipasi penularan covid-19 ke napi lainya. (Ully/Red)