MANCAK, SSC – Lantaran tidak terdapat surat keterangan asal hewan berasal atau tanpa dokumen, 67 ekor burung dilepasliarkan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Kota Cilegon. Pelepasan puluhan unggas yang diselenggarakan di Cagar Alam Gunung Tukung Gede, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang itu turut disaksikan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Wilayah I Kota Serang dan Polda Banten.

“Yang dilepas untuk hari ini, burung manyar 65 ekor dan burung sri gunting 2 ekor,” ungkap Kepala Seksi Karantina Hewan pada BKP Cilegon, Rifky Danial, Rabu (30/5/2018).

Puluhan burung yang dilepasliarkan itu, kata Rifki, ditahan dari hasil penangkapan yang sebelumnya dilakukan oleh pihaknya. 4 burung Sri gunting dan 100 burung manyar diamankan beberapa waktu lalu. Sementara untuk sisa sebanyak 37 ekor burung, tidak dilepasliarkan karena kondisinya telah mati.

“Yang diamankan 100 ekor, untuk srigunting 4 ekor. Memang ada yang mati, burung ini kan jenis predator, kalau ada yang lemah maka akan dipatok. Sisanya terdapat 37 ekor, dan itu kita catat mati,” paparnya.

Pelepasliaran itu, kata Rifki, telah memenuhi prosedur perkarantinaan atau sesuai Undang – undang nomor 16 tshun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

“Jadi setelah kita melakukan penahanan kita beri waktu untuk melengkapi dokumen selama 3 hari. Apabila tidak dapat melengkapi, kita kasih opsi penolakan. Kalau pemilik mengindahkan penolakan tersebut kita lakukan pelepasliarkan,” paparnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?