Bacalon Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mencium Abdul Aziz (10) yang terpaksa dipasung karena berkebutuhan khusus saat di Lingkungan Kampung Priyuk, Kelurahan, Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Minggu (19/7/2020). Foto Fathul Rizkoh/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Seorang bocah (10) bernama Abdul Aziz hidup dengan keprihatinan. Warga dari Lingkungan Kampung Priyuk, Kelurahan, Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon terpaksa dipasung oleh keluarganya karena berkebutuhan khusus.

Kondisi Aziz yang masih belia ini mendapat perhatian dari Bakal Calon Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta. Pendamping dari Bacalon Walikota Cilegon, Helldy Agustian ini datang menengok Aziz. Sanuji datang dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Cilegon Nohroutul Uyun pada Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat di lokasi, Sanuji langsung disambut orangtua Aziz dimana saat itu Aziz sedang dimandikan. Bacalon Wakil Walikota ini  berbincang mendengarkan cerita orangtua Aziz tentang sang anak yang ditempatkan di ruangan 2 x 3 meter.

Sanuji terlihat sedih dan sangat prihatin mendegar cerita bahwa Aziz terpaksa dipasung bertahun-tahun karena saat dilepas menyerang dan melukai warga.

Sesaat setelah selesai mandi dan berpakaian, Sanuji yang melihat Aziz langsung memeluk dan mendoakannya.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

“Pas bapak cek, kasihan banget lihatnya. Karena himpitan ekonomi, anak ini harus dipasung oleh kedua orangtuanya. Orang tua Abdul Azis terpaksa memasung anak ini karena khawatir tiba-tiba mengamuk dan melukai tetangga sekitar,” kata Sanuji kepada Selatsunda.com, Minggu (19/7/2020).

Sanuji mengungkapkan, pemerintah dengan melihat kondisi Aziz semestinya memberi jalan keluar. Apalagi latar belakang keluarga Aziz merupakan warga yang tergolong tidak mampu dan perlu untuk diberikan bantuan. Maka dari itu harus dicarikan solusinya.

“Saya kira ini harus ada jalan keluarnya. Kemiskinan, pengangguran dan kesehatan harus sama-sama terpecahkan. Selama mereka (warga miskin) ini warga Cilegon tentu pemerintah harus cari solusinya,” ujarnya.

Sementara, ibu kandung Abdul Azis, Hasanah (35) menuturkan, anaknya dengan berat hati terpaksa dipasung karena tidak ada lagi jalan keluar. Berbagai cara untuk menyembuhkan sang anak namun tak membuahkan hasil.

“Kami gak ada jalan keluar lagi harus memasung Abdul Azis. Berbagai upaya telah kami lakukan untuk menyembuhkan dia. Mulai dengan mendatangi beberapa rumah sakit di Cilegon,” tuturnya.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Ia beberapa kali telah membawa ke rumah sakit, namun sampai saat ini belum ada yang dapat menyembuhkan penyakit down sindrome (berkebutuhan khsusus) yang diderita anaknya. Dengan terpaksa, ia harus memasung darah dagingnya agar tidak menganggu warga.

“Harapan ibu sih ada yang bisa bantu menyembuhkan Abdul Azis. Ibu pun sedih lihatnya. Enggak tega juga harus lihat dia dipasung begini,” harapnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon yang juga kader PKS Cilegon, Nurruotul Uyun, akan mencoba mencari solusi atas kondisi yang dialami Aziz dan keluarga.

“Akan ibu rekomendasikan ke Dinas Sosial (Dinsos) Cilegon sehingga bisa masuk ke Data Terpadu Kesehatan Sosial (DTKS), untuk bisa mendapatkan Kartu Indonesia Sehat,” pungkasnya. (Ully/SSC-03/Red)