Kapolsek Ciwandan, Kompol Idrus Madarus mengintrogasi pelaku jamret di Mapolsek Ciwandan, Rabu (17/10/2018). Foto Ist

CILEGON, SSC – Sulaiman Fauji (22), Tenaga Harian Lepas (THL) Kecamatan Citangkil yang melakukan aksi penjambretan terhadap Aida, siswi SMKN 3 Cilegon dikabarkan dipecat dari pekerjaannya.

Camat Citangkil, Joko Purwanto mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus hukum yang menjerat anak buahnya ditangani oleh pihak kepolisian. Terkait status pekerjaan pelaku di kecamatan, lanjutnya, tidak lagi di pekerjakan alias telah langsung di berhentikan.

“Untuk proses hukum, kita (Kecamatan,red) serahkan semua ke pihak Polsek Ciwandan. Sedangkan untuk status dia (pelaku penjambretan) langsung diberhentikan,” kata Joko saat dikonfrimasi melalui sambungan telepon, Kamis (18/10/2018).

Disinggung mengenai berapa lama pelaku telah bekerja di Kecamatan Citangkil, Camat tidak mengetahui persis kapan direkrut dan mulai dipekerjakan. Namun prinsipnya, Ia mengingatkan agar seluruh ASN terutama TKK ataupun THL di kecamatan tidak mencontoh aksi yang dilakukan pelaku. Aksi itu jelas sangat mencoreng pihaknya dimata masyarakat.

“Untuk perekrutan pelaku bekerja di kecamatan, saya sendiri udah lupa soalnya sudah lama sekali. Tapi, untuk himbauan kepada seluruh pekerja THL, TKK di Kecamatan Citangkil, sudah saya sampaikan pada upacara apel pagi tadi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Ciwandan, Kompol Idrus Madaris mengungkapkan, penyidik sedang mendalami motif yang dilakukan pelaku tersebut.

“Kita masih dalami motif yang dilakukan oleh pelaku ini. Untuk profesinya, memang sudah dibenarkan oleh Pak Camat Citangkil (Joko Purwanto) merupakan THL Kecamatan Citangkil,” ungkap Idrus.

Atas perbuatannya, kata Kapolsek, pelaku dikenakan pasal 365 UU KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan terancam kurungan penjara di atas 5 tahun.

“Pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Cilegon, Mahmudin mempertanyakan proses pengangkatan THL yang dilakukan oleh pihak kecamatan.

“Yang ngakat mereka (THL,red) ini siapa? Pihak kecamatan kan? Tanyakan saja ke setiap OPD maupun kecamatan. Sebenarnya, kita (BKPP) sudah menghimbau tidak ada perekrutan tenaga THL. Tapi faktanya? Kalau tenaga THL seorang penjambret seperti apa pembinaan yang dilakukan oleh Kepala OPD di sana? Kita sudah mengintruksikan jangan ada perekrutan tapi kenyataanya?,” tanda Mahmudin.

Pada pemberitaan sebelumnya, kejadian penjambretan menimpa seorang siswi SMK Negeri 3 Kota Cilegon bernama Aida. Ia yang menjadi korban penjambretan malah berani mengejar dan menabrak pelaku ketika telepon genggam miliknya dirampas di Jalan Makam Balung, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Rabu (17/10/2018). Dengan nekad korban mengejar pelaku seorang diri.

Aksi berani ini bermula saat pelaku berpura-pura menanyakan alamat kepada korban yang ketika itu korban tengah memegang telepon gengam. Saat itu pelaku dengan cepat langsung merampas smartphone milik korban. Korban pun langsung berteriak meminta pertolongan warga dan sontak secara spontan mengejar pelaku dengan sepada motornya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here