Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi memimpin rapat evaluasi dengan Industri dan OPD di Kantor Walikota Cilegon terkait penggalangan bantuan korban tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (18/10/2018). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sejumlah perusahaan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Cilegon ramai-ramai patungan untuk membantu masyarakat di Kota Palu, Sulawesi Tenggara, yang terdampak bencana gempa 7,4 SR serta tsunami pada Jumat (28/9/2018) lalu.

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, penggalangan bantuan ini diinisiasi pihaknya beberapa waktu lalu lewar surat edaran yang dikeluarkan untuk perusahaan dan OPD. Rapat saat ini, sambung Edi yang juga menjabat sebagai ketua pada penggalangan ini, dilakukan untuk mengevaluasi kesanggupan dari pihak masing-masing pihak.

“Kita (Pemkot,red) berkeinginan ada partisipasi dari para industri dan OPD untuk membantu korban gempa di Palu. Mungkin, ada dari industri yang siap menggelontorkan CSR-nya untuk membantu korban gempa tersebut,” kata Edi dikonfirmasi usai rapat di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Kamis (18/10/2018).

Edi mengaku, pengumpulan dana bantuan dari para industri dan OPD ini terbilang singkat atau mengefektifkan 5 (lima) hari saja. Nantinya seluruh bantuan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Cilegon.

“Meskipun terbilang cepat hanya 5 hari saja, saya yakin, industri di Cilegon dan OPD kita, bisa membantu meringankan beban para korban gempa yang membutuhkan uluran tanggan kita,” ujar Mantan Kepala Beppeda Cilegon ini.

Meski perusahaan diketahui secara langsung telah menyumbangkan CSR untuk warga di Palu, menurut Edi, pihaknya tetap meminta agar perusahaan maupun OPD bersedia menyalurkannya melalui PMI.

“Enggak dipungkiri ternyata perusahaan sudah menyerahkan bantuannya untuk korban bencana di Palu. Tapi, saya ingin perusahaan maupun OPD bisa memberikam bantuannya untuk korban di Palu. Seperti Lotte Chemical yang sudah memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar, PT Posco memberikan Rp1,6 miliar dan PT Candra Asri Rp 230juta. Dan berharap mereka (industri) yang sudah menyumbang ini kembali membantu ke PMI Pemkot Cilegon,” ujar Edi.

Edi berharap, pengumpulan bantuan dari patungan ini dapat berguna untuk korban bencana. Diharapkan, pengumpulan tersebut dapat mencapai Rp 2 miliar.

“Saya berharap, bisa terkumpul Rp2 miliar. Bisalah Rp2 miliar. Nanti saya akan koordinasikan ke pihak PMI untuk update pengumpulan bantuan dari perusahaan maupun OPD,” pungkasnya.

Sementata itu, Direktur SDM dan Umum PT Krakatau Posco Andi Soko mengaku, bila KP telah membantu korban di Palu. Bantuan tersebut merupakan hasil bantuan dari pusat maupun dari manajemen.

“Dari pusat sudah menyalurkan 500 ribu dollar. Dan dari manajemen sebesar Rp1,6 miliar diluar dari karyawan. Tentu, nanti kita (PT Posco,red) akan membantu korban terkena musibah di Palu,” pungkasnya.

Senada dengan Andi Soko, Staf Corporate Social Responsibility (CSR) PT Candra Asri Petrochemical (CAP), Wawan Mulyana menambahkan, manajemen dan karyawan CAP telah lebih dulu menyerahkan bantuan untuk membantu korban di Palu dengan total nominal Rp 230 juta sebelum penggalangan yang diinisiasi pemkot dibentuk.

“Sebelumnya dari manajemen sudah menyerahkan bantuan tersebut. Untuk keinginan Pak Plt Walikota Cilegon (Edi Ariadi) akan saya sampaikan ke pihak managemen,” imbuhnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here