Suasana aktivitas pekerjaan pada pembangunan Gedung dan Kantor DPMPTSP di Jalan P. Jayakarta, Kota Cilegon, belum lama ini. Pekerjaan proyek ini merupakan salah satu proyek yang di awasi TP4D Kejari Cilegon. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Cilegon tampak cukup kesal bukan kepayang masih ditemukannya proyek-proyek OPD di Pemerintah Kota Cilegon tanpa laporan progress.

Kekesalan ini diungkapkan Kasintel Kejari Cilegon, David Nababan ketika menanggapi pertanyaan awak media yang menyinggung tentang kinerja TP4D.

“Semuanya, semua (pekerjaan proyek) yang di TP4D. Kita tidak bicara satu pekerjaan saja, semuanya. Ini kan dinas yang meminta kepada kita untuk TP4D, cuman mana progressnya. Tolong dong, kami kan perlu sampaikan ke pimpinan terkait seluruh progres pencapaiannya,” ungkap David di kantornya, Kamis (20/9/2018).

Permintaan laporan itu, kata David, telah disampaikan dua bulan lalu kepada OPD yang mengikat pengawasan dengan TP4D namun masih banyak yang tidak melaporkan progress proyek yang dikerjakan.

“Sudah dari dua bulan lalu (laporan progress diminta), habis lebaran. Saat kami di lapangan, mereka alasannya, iya bentar, iya bentar, nanti akan disampaikan progressnya,” paparnya.

Perlu dijelaskan kembali, paparnya, bahwa adanya pengawasan pekerjaan oleh TP4D ini dimaksudkan agar pekerjaan yang dilaksanakan OPD berjalan sesuai regulasi. Ia sangat menyesalkan jika kerjasama yang dibangun ini dinilai hanya kerjasama sekedarnya.

“Kenapa kita perlu progress, fungsi dan (hasil) pengawasan itu kan harus disampaikan ke dinas. Dan (sebelum laporan akhir TP4D dibuat), dinas juga perlu menyampaikan ke kita, perlu koordinasi. Tapi sampai sekarang, mana laporannya?,” tegasnya.

Untuk diketahui, dari berbagai proyek yang diawasi TP4D salah satu diantaranya proyek Pembangunan Gedung Kantor DPMPTSP yang mulai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) bulan juli lalu. Ketua TP4D Kejari Cilegon ini pun meminta agar OPD yang menjalin pengawasan dengan TP4D dapat memenuhi segala sesuatu yang menjadi tanggunjawabnya. Bilamana terdapat masalah saat pelaksanaan pekerjaan proyek dapat diselesaikan bersama.

“Kalau misalnya ada deviasi apa sebabnya. Kalau memang jelas, memang itu tidak sesuai speknya, ya sudah, kembalikan berapa yang seharusnya dikembalikan. Kondisi seperti itu, kita cari penyelesaiannya disitu. Itulah fungsi dari kami TP4D,” terangnya.

Sementara, Kepala DPU-TR Cilegon Nana Sulaksana yang dikonfirmasi membantah bila progress pekerjaan proyek dibawah naungan dinasnya khususnya Pembangunan Gedung DPMPTSP tidak pernah dilaporkan. Progres proyek Itu, klaim Nana, sudah dilaporkan dan laporannya mencapai 24 persen sekalipun terdapat deviasi 15 persen.

“Kita komunikasi terus, dan Pak David juga rajin memantau lapangan. Progress DPMPTSP itu baru 24 persen, deviasi 15 persen. Makanya saya paksa kerja maksimal selama dua minggu ini, tambah tenaga material dan alat, pokoknya (penyelesaian) harus dikejar,” papar Nana ketika berada di Kantor Kejari Cilegon. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here