CILEGON, Selatsunda.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon awalnya sempat mengusulkan rencana perbaikan SDN 12 Cilegon yang terbakar dengan menggunakan dana bantuan tidak terduga (BTT). Namun opsi tersebut dibatalkan.
Pada Hari ini, Senin (17/10/2022) dari hasil rapat koordinasi yang digelar Pemkot bersama 8 perusahaan/industri di Cilegon, perbaikan sekolah yang ada di Lingkungan Tumenggung, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang itu akan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR perusahaan/industri.
“Keikutsertaan industri dalam merehab gedung SDN 12 Cilegon sebagai langkah percepatan pembangunan SD yang terkena musibah kebakaran, kemarin. Kalau menggunakan BTT terlalu lama dan ribet. Jadi, kami (Pemkot Cilegon) ingin menggugah industri untuk membangun sekolah tersebut,” kata Walikota Cilegon, Helldy Agustian kepada awak media usai rapat.
Diketahui, kebutuhan anggaran perbaikan SDN 12 Cilegon diperkirakan sebesar Rp 587 juta. Helldy mengungkapkan, meski tidak mematok berapa berapa besaran dana CSR dan bantuan material yang diberikan namun nantinya yang disumbangkan seluruhnya akan dikelola komite sekolah untuk perbaikan sekolah.
“Kita tidak bisa mematok berapa besaran CSR dari industri membantu perbaikan SDN 12 Cilegon. Yang terpenting, siap yang mau menyumbang apa, siapa yang berbuat apa. Yang jelas, dana CSR tidak masuk ke kantong kita tetapi masuk ke dalam rekening pihak komite sekolah,” terang Helldy.
Pada rehab sekolah ini, sambung Helldy, pihaknya menargetkan sudah dapat berjalan pada November mendatang. Sehingga proses belajar mengajar siswa khsusunya kelas VI tak terganggu.
“Kalau November saya targetkan sudah dikerjakan. Karena siswa ini kan mau persiapan ujian dan lain-lain” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Cilegon, Heni Anita Susila merinci, perbaikan SDN 12 Cilegon dari hasil perhitungan DPUTR menelan dana sebesar Rp 492.804.00 juta. Anggaran ini diperuntuhkan untuk kontruksi dan instalasi listrik. Sedangkan, dari Dindik Cilegon digelontorkan untuk mebeler 2 kelas dengan total anggaran Rp 95.000.000.
Di tempat yang sama, Kabid Bina Penataan Bangunan Gedung PUPR Romy Dwi Rahmansyah memaparkan, kebutuhan anggaran tersebut dibutuhkan untuk 33 persen untuk renovasi atap, 17 persen untuk perbaikan dinding dan lantai dan 17 persen untuk jendela, elektrik hingga finishing.
“Untuk mengantisipasi kebakaran di SDN 12 Cilegon, kami juga telah menempatkan 8 unit apar di sekolah ini dengan anggaran Rp 10 juta dari anggaran di PUPR,” pungkasnya. (Ully/Red)

