20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
BerandaPemerintahanWalikota Edi Sebut Banjir di Kotasari Bukan Bukit Gundul Tapi Pembangunan Apartemen

Walikota Edi Sebut Banjir di Kotasari Bukan Bukit Gundul Tapi Pembangunan Apartemen

-

CILEGON, SSC – Kota Cilegon diterjang banjir bandang pada Senin (4/5/2020). Warga di sejumlah wilayah menjadi korban banjir. Rumah warga di Lingkungan Ciore, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol terendam selama hujan sekitar 3 jam. Akses jalan Gerbang Tol Cilegon Barat di lokasi juga terputus dan mengakibatkan lalu lintas lumpuh.

Salah satu warga setempat, Holil mengaku, hujan terjadi mulai pukul 09.00 WIB. Tidak lama, banjir langsung merendam rumah warga dan jalan raya Tol Cilegon Barat.

Ia menyebut, banjir yang merendam rumah warga berasal dari perbukitan Palm Hills yang tak jauh dari lokasi pemukiman warga. Banjir kali ini merupakan banjir yang terparah dialami warga.

“Itu dari atas, dari bukti Palm Hills. Ketinggiannya lebih 1 meter. Ini yang paling parah,” ungkapnya.

Ia menyatakan, banjir memang sempat terjadi tadi malam namun kondisinya tidak separah siang tadi. Banjir yang terjadi tiba-tiba itu mengakibatkan perabotan rumah tidak sapat diselamatkan.

“Parah yang ini. Perabotan sudah nggak bisa lagi diselamatin,” paparnya.

Selain Kota Sari, di wilayah Kecamatan Jombang tepatnya di Perumahan Metro Cilegon juga terdampak banjir yang sangat parah. Ketinggian air hujan bahkan mencapai dada orang dewasa.

Salah satu warga Cluster Cendana, Maya, Perumahan Metro Cilegon mengatakan, air mulai naik sekitar pukul 14.00 WIB. Warga langsung meminta bantuan pemerintah mengatasi banjir. Akibat banjir tersebut, kata dia, banyak dari warga mulai mengungsi ke rumah kerabat mereka.

“Tadi gunanya jam 14.00 WIB dan air mulai naik sekitar pukul 15.00 WIB. Di bagian dalam (perumahan) ketinggian udah mencapai dada orang dewas. Ini aja kita ngungsi ke rumah keluarga terdekat. Semua barang benda kami hanyut. Gak bisa diselematkan. Hanya baju yang nempel di dada aja,” kata Maya kepada Selatsunda.com.

Sementara, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, banjir di Cilegon diakibatkan curah hujan yang tinggi. Sejumlah wilayah yang trrdampak diantaranya Kecamatan Grogol, Jombang, Pulomerak dan Puurwakarta.

Untuk penanganan banjir cukup parah di Perumahan Metro Cilegon, lanjutnya, akan disediakan posko pengungsian sementara dan dapur umum.

“Saya sudah koordinasi dengan (Pengelola Perumahan) Metro-nya, dia, untuk membuka jadi tempat pengungsi sama dengan gedung kesenian kita. Untuk bantuan makanan, yang ngatur dinsos. Kita buka dapur umum,” terangnya.

Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Cilegon akibat luapan hujan dari berbagai wilayah. Seperti Perumahan Metro berasal dari Kabupaten Serang sementara di Kelurahan Kotasari dari perbukitan Palm Hills.

Edi mengelak penyebab banjir di Kelurahan Kotasari disebabkan aktivitas galian C dan pembangunan mega proyek Jalan Lingkar Utara (JLU). Kondisi perbukitan tidak ada pengikisan. Informasi awal yang diterima, banjir tersebut diakibatkan oleh pembangunan Apartemen di lokasi tersebut.

“Kalau Metro itu kan dari selatan (Wilayah Mancak). Itu (Banjir di Ciore, Kelurahan Kotasari) dari gunung, bukit sana Palm Hills. Nggak gundul. Cuman memang katanya, dari informasi, saya belum tahu yach, itu ada pembangunan apartemen dan sebagainya,” bebernya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini