Warga membersihkan tumpukan sampah di Desa Saketi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Jumat (3/8/2018). Foto Abdul Aziz/Selatsunda.com

PANDEGLANG, SSC – Persoalan sampah di Kabupaten Pandegalng semakin pelik. Jika sebelumnya, persoalan sampah terjadi di Pantai Teluk Labuan, kini persoalan sampah terjadi juga di Desa Saketi Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.

Ketua RT 01/01 Desa Saketi, Dede mengungkapkan, tumpukan sampah ini diakibatkan karena tidak adanya TPS dan kendaraan pengangkut sampah. Imbasnya, sampah yang banyak dibuang warga dan pedagang secara sembarangan menjadi menumpuk dan berserakan. Kondisi sampah itu pun dikeluhkan warga karena menimbulkan bau busuk yang menyengat.

“Harusnya ada TPS dan mobil pengakut di sekitar titik. Kalau ada mobil pengakut dan TPS tidak ada lagi sampah menumpuk di sini,” kata Dede kepada Selatsunda.com di lokasi,” ungkapnya, Jumat (3/8/2018).

Tidak tersedianya fasilitas TPS dan mobil pengakut sampah itu, sambung Dede, membuat warga sekitar terpaksa mengambil insiatif. Tumpukan sampah dibakar seminggu sekali.

“Kalau enggak dibakar polusi udara dan bau busuk sering masuk ke rumah warga. Tidak jarang juga banyak lalat dari tumpukan sampah,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Saketi, Jakaria.  Ia mengaku, sudah pernah mengajukan bantuan pengadaan TPS dan kendaraan pengakut sampah ke dinas terkait. Namun, hingga saat ini tidak ada realisasi dari dinas terkait.

“Sudah kami ajukan beberapa kali. Tapi belum juga terlealisasi,” ujarnya.

Sekalipun warga telah berinisiatif untuk membakar sampah, namun kata Jakaria, hal itu malah dikwatirkan akan menimbulkan persoalan baru.  Upaya itu dapat memicu kebakaran lain yang notabene lokasi cukup dekat dengan Pasar Saketi.

“Beberapa minggu lalu, memang hampir terjadi kebakaran. Tumpukan sampah ini dekat dengan pemukiman warga, ada lagi yang di belakang Pasar Saketi,” imbuhnya.(Azis/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here