CILEGON, SSC – Warga Kota Cilegon yang terkonfimasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah akan menerima bantuan sembako dari Dinas Sosial Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Achmad Jubaedi mengatakan, bantuan kepada warga positif Covid-19 diberikan dalam bentuk beras 5 kilogram per Kepala Keluarga (KK).
“Kita (Dinsos) punya buffer stock beras di dalam gudang, atas usulan dari Satgas masing-masing kelurahan, warga yang terpapar Covid-19 akan langsung mendapat beras sebanyak 5 kg. Sabtu (3/7/2021) kemarin, kita sudah serahkan beras ke Kelurahan Cibeber untuk 50 KK yang terpapar Covid-19,” kata Jubaedi kepada Selataunda.com dikonfirmasi, Selasa (6/7/2021).
Mantan Kadis Kominfo ini menyatakan, jumlah warga Cilegon yang terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri ada sekitar 340 KK. Jumlah ini meningkat, mengigat masih banyak warga yang kurang perduli terhadap protokol kesehatan.
“Berdasarkan informasi dari Jubir Covid-19 (Azis Setia Ade) ada sekitar
340 KK lagi yang menjalani isoman di rumahnya. Tapi, kita pastikan dulu apakah memang 340 ini betul-betul terpapar Covid-19. Kita ingin pastikan apakah data tersebut sama dengan di Dinas Kesehatan (Dinkes),” ujarnya.
Dalam pemberian bantuan tersebut, kata Jubaedi, pemerintah tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai.
“Kalau uang tidak kita berikan, hanya beras saja” paparnya.
Saat ini, kata Jubaedi, ketersediaan stok beras untuk Kota Cilegon sekitar 2.000 hingga 3.000 kilo beras. Namun demikian, Pemkot menjaga ketersediaan tersebut akan menyurati Bulog Sub Drive Serang untuk membantu pemerintah dalam memberikan bantuan beras kepada warga yang terpapar Covid-19.
“Pak Walikota Cilegon (Helldy Agustian) akan menyurati bantuan ke Bulog Sub Drive Serang untuk membantu beras. semoga aja bisa,” pungkasnya. (Ully/Red)

