CILEGON, SSC –  Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-19 tingkat Kota Cilegon digelar secara virtual guna mencegah penyebaran Covid-19 (Virus corona).

Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Cilegon, Abdullah Salim mengatakan, pada tahun ini, penyelenggaraan MTQ ke-16 mengalami perbedaan dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, penonton MTQ digelar secara virtual.

“Jadi yang boleh masuk didalam ruangan acara hanya dewan hakim, peserta dan satu pendamping. Sedangkan untuk penonton menggunakan sistem virtual dan live streaming di masing-masing kecamatan,” kata Abdullah Salim  kepada Selatsunda.com usai Pelantikan dan Orientasi Dewan Hakim MTQ ke-19 Kota Cilegon yang digelar di Aula Diskominfo Cilegon,” Rabu (25/11/202).

Dengan kondisi pademi, lanjut Abdullah, penyenggaran MTQ ke-19 tetap dilakukan pembatasan orang yang berada di ruangan tertutup.

“Tetap pembatasan orang di dalam ruangan kami kedepankan. Jadi, peserta yang belum waktunya mengikuti lomba silahkan menunggu diluar. Jadi, untuk perserta sikahkan datang sesuai jadwal dan waktunya. Jika sudah mengikuti lomba silahkan pulang,” lanjut Abdullah.

Masih kata Abdullah, MTQ ke-19 yang sebelumnya akan digelar di Kecamatan Cibeber, namun dengan kondisi pademi covid-19, penyelenggaran MTQ digelar di 5 venue yang berbeda-beda. Diantaranya, DPRD Cilegon, Islamic Center, Rumah Dinas Walikota Cilegon dan Aula Bappeda Cilegon. Terdapat 12 cabang dan golongan yang akan dilombakan oleh para peserta MTQ.

Sementara itu, Walikota Cilegon Edi Ariadi meski penyelengaran MTQ ke-19 digelar secara sederhana, namun tak mengurangi hikmat kegiatan MTQ tersebut.

“Insalah gak akan mengubah apa-apa. Semua penyelenggaran MTQ harus berjalan dengan hikmat,” ujar Edi.

Kata Edi, tujuan kegiatan MTQ ini dalam rangka membangun semangat kebersamaan dan ukhuwah islamiah, serta melalui kegiatan MTQ ke-19 ini kita gali potensi minat dan bakat menuju generasi yang unggul, cerdas, dan berakhlakul karimah,” ujarnya. (Ully)