Suasana bongkar muat kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Sebanyak 10 Kapal dibawah 5.000 GT yang melayani penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni bakal dialihkan ke lintasan lain. Pemindahan lintasan ini bagian dari penerapan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 88 Tahun 2014 tentang pengaturan ukuran kapal angkutan penyeberangan di Peabuhan Merak-Bakauheni.

Ketua DPC Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak, Togar Napitupulu, Senin (29/7/2019) mengatakan, ada sejumlah dari sekitar 60 kapal di lintasan Pelabuhan Merak-Bakauheni mulai menyesuaikan dengan aturan Permenhub 88. Empat kapal diantaranya tidak menyesuaikan spesifikasi kontruksi kapal namun memutuskan untuk pindah ke lintasan lain.

“Seperti KMP Raja Basa, Baruna, Windu karsa Pratama, Salvino dan sebagainya naik kelas. KMP yang lainnya sudah lebih dahulu pindah lintasan,” ujar Togar.

Saat ini, kata Togar, sekitar 10 kapal dibawah 5.000 GT sedang diproses untuk menyesuaikan aturan Permenhub 88 karena jatuh tempo aturan tersebut diperkirakan akan diterapkan pada akhir agustus mendatang.

“Kalau dari data kami ada 10 kapal yang dibawah aturan. Kami belum dapat laporan dari operator kapal mana yang pindah dan diproses untuk di upgrade,” terangnya.

Sejauh ini, seluruh operator kapal di lintasan Merak-Bakauheni sudah mulai mengikuti aturan tersebut. Seiring implementasi aturan itu, pihaknya berharap, pemerintah sebagai regulator juga mempertimbangkan pembatasan (moratorium) kapal di lintasan Merak-Bakauheni sebagaimana penerapan Permenhub Nomor 80 Tahun 2015. Kapal yang terlalu banyak dan tidak diimbangi muatan, kata dia, akan tidak efektif.

“Artinya kan ada pembatasan untuk jumlah kapal disini dimana permintaan itu disesuaikan dengan suply demainnya. Disini low factor-nya kan dibawah 75 persen, kita berharap disini (Lintasan Merak-Bakauheni) dibatasi,” tuturnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?