CILEGON, SSC – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kota Cilegon setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 sebanyak 220 perempuan dan anak menjadi korban KDRT. Kasus tersebut meningkat dilatarbelakangi oleh sejumlah faktor baik faktor keluarga, lingkungan dan permasalahan ekonomi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Bencana (DP3AKB) Kota Cilegon, Heni Anita Susila yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Berdasarkan data Pusat Pelayanan Dan Perlindungan Keluarga Cilegon (P3KC), sambungnya, jumlah korban kekerasan baik kasus KDRT pada perempuan dan anak mengalami peningkatan yang luar biasa. Pada tahun 2016 tercatat sebanyak 187 kasus KDRT. jumlah itu signifikan meningkat pada tahun 2017 atau naik menjadi 220 kasus.

“Kalau dilihat dari grafik tahun lalu dengan tahun ini memang ada peningkatan yang luar biasa. Meski mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, angka kekerasan ini bukan sebagai indikator yang kita (DP3AKB,red) lihat. Tapi, yang menjadi perhatian kita ini, bagaimana mereka (korban,red) yang menerima kekerasan mau melaporkan kasusnya ini ke P3KC dibawah naungan DP3AKB,” kata Heni saat ditemui SSC disela-sela Peringatan Hari Kartini ke-139 dan Hari Jadi Kota Cilegon ke-19 di Aula DPRD Kota Cilegon, (19/4/2018).

Faktor yang mendasari terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak, kata Heni, dipengaruhi sejumlah faktor baik faktor ekonomi, lingkungan serta faktor lainnya. Korban yang mengadu mengalami kekerasan secara fisik dan mental.

“Dengan keberadaan P3KC ini, berharap mampu membantu para korban yang menerima kekerasan baik fisik maupun mental. Kami juga tidak pernah bosan, apabila ada korban dari kekerasan ini, bisa langsung melaporkan kasus ini ke P3KC. Dengan adanya pelaporan ini, petugas P3KC bisa membantu para korban,” harapnya.

Untuk menekan KDRT, Sambung Heni, pihaknya lewat P3KC menyediakan fasilitas konsultasi bagi korban mengalami KDRT. Hal itu dikhususkan kepada korban perempuan agar mendapat pengetahuan dan wawasan tentang cara dan metode bagaimana mencegah KDRT.

“Angka kekerasan pada perempuan dan anak ini pasti terus mengalami peningkatan yang luar biasa. Buktinya saja, dari tahun-ke tahun terus mengalami peningkatan. Nah, untuk mengantisipasi ini, melalui P3KC merupakan tempat khusus untuk memberikan pengetahuan kepada kaum perempuan bagaimana cara mencegah kekerasan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Ketua PKK Cilegon, Lili Ariadi juga membenarkan, kasus KDRT diibaratkan seperti gunung es yang mana setiap tahun tergolong tinggi. Kepada DP3AKB dan P3KC, pinta Lili, dapat berperan aktif mencegah KDRT di Cilegon.

“Saya sih berpesan agar keberadaan DP3AKB dan P3KC bisa bersama-sama menekan tingginya kekerasan terhadap anak dan perempuan ini. Bagi korban kekerasan, jangan pernah malu melaporkan kejadian ini kepada petugas-petugas,” ucapnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here