CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Helldy Agustian menyatakan 88 persen kebutuhan pangan untuk masyarakat Kota Cilegon masih bergantung dari luar daerah.
“Kota Cilegon sebagai kota dollar dan industri hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sebanyak 11,2 persen. Sedangkan 88,2 persen justru dikirkm dati luar. Seperti beras yang dikirim dari Lampung, Kerawang, Lebak dan Serang. Otomatis pangan yang dihasilkan oleh Kota Cilegon hanya sedikit bisa dipenuhi,” kata Walikota Cilegon, Helldy Agustian usai kegiatan Bimtek Urban n Farming yang digelar di di Aula Rumah Dinas Walikota Cilegon,” Jumat (16/12/2022).
Menurut Helldy, tingginya kebutuhan pangan dari luar daerah ini, lantaran Kota Cilegon tidak memiliki lahan tidur yang banyak karena tergerus dengan banyaknya perusahaan-perusahaan sehingga membuat lahan tidur di Cilegon semakin tergerus.
“Otomatis dengan kondisi tersebut membuat harga pangan terus mengalami kenaikan karena didatangkan dari luar daerah. Jadi, saya minta KWT (Kelompok Wanita Tani) di Cilegon melakukan penyuluhan-penyuluhan ke kampung-kampung untuk bersama-sama mengalakan untuk berkebun dengan memanfatkan lahan tidur yang ada di rumah-rumah,” ujar Helldy.
Di tempat yang sama, Kepala DKPP Kota Cilegon, Eva Syariah tak menampik 88,2 persen kebutuhan pangan di Cilegon masih dikirim dari luar Kota Cilegon.
“Otomatis kondisi ini sangat rentan sekali. Untuk itu, Cilegon harus punya suatu inovasi. Inovaso yang diharapkan Pak Walikota (Helldy Agustian) sampaikan, harus memiliki One Village One KWT di setiap kelurahan. Tetapi, untuk mengaplikasikan hal ini, justru kita (DKPP) tak memiliki anggaran yang besar. Sebab, tidak ada anggaran dari Kota Cilegon karena terganjal oleb badan hukum. KWT itu bukan organisasi berbadan hukum.
Oleh karena itu, kita mengharapkan ada bantuan dari pusat untuk terwujudnya One Village One KWT di setiap kelurahan,” pungkas Eva. (Ully/red)

