20.1 C
New York
Kamis, April 16, 2026
BerandaPeristiwaDover Soal Ada Dugaan Pelanggaran K3 : Kita Serahkan ke Penyidik

Dover Soal Ada Dugaan Pelanggaran K3 : Kita Serahkan ke Penyidik

-

CILEGON, SSC – Manager Humas Resource and General Affair PT Dover Chemical, Dade Suparna menanggapi investigasi penyidik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten terkait dugaan pencemaran bahan kimia yang menimbulkan gangguan kesehatan warga di Lingkungan Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, beberapa waktu lalu. Ia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada penyidik.

“Itu hak disnaker untuk investigasi. Karena tugasnya, kita harus hormati juga. Itu kan hak PPNS, mereka punya hak juga untuk memproses itu. Ya kita ikutilah,” ujar Dade dikonfirmasi, Kamis (2/5/2019).

Baca : Bau Menyengat Dover Chemical, Disnakertrans Banten Duga Uji Coba Alat Tak Penuhi Syarat K3

Dade mengakui, bau menyengat dari uji coba Gliserin Plan timbul akibat adanya dugaan kesalahan dalam menjalankan operasional. Namun hal itu tidak ada unsur kesengajaan. Saat alat di uji secara parsial, papar dia, tombol pembuka valve terpencet oleh operator sehingga mengeluarkan uap yang berdampak ke masyarakat.

“Alat sebenarnya tidak ada masalah, hanya ada kesalahan operasi. Ini kan sedang partial test. Pada saat itu, harusnya tombol itu tidak dipencet, tapi kepencet oleh operator. Valve-nya terbuka, jadi uapnya keluar. Tapi saat itu langsung ditutup, tidak sampai 1 menit,” paparnya.

“Memang harus ditekan, ketika alat yang lain juga harus difungsikan juga. Seharusnya itu dibuka, udara luar masuk kedalam. Jadi kalau udara luar masuk kedalam, tidak ada uap yang keluar. Seharusnya begitu. Mesinnya sih tidak ada masalah, salah tekan saja,” lanjut Dade.

Diakui juga oleh pihaknya, kejadian itu terjadi karena ada kelalaian operator. Untuk membuka valve semestinya seizin Manajer Produksi.

“Itu kan memang, kita akui ada unsur kelalaian di kita, kenapa kok tidak hati-hati. Makanya itu sekarang dikontrol setiap kali, yang membuka itu harus atas perintah atasan, perintah manajer produksi,” terangnya.

Ia berharap, kejadian ini menjadi yang terakhir dan saat ini sistem produksi di area itu tengah diperbaiki. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang menjadi korban akibat kejadian tersebut.

“Kita minta maaf ke masyarakat kalau ada kejadian seperti itu. Kita berjanji untuk lebih memperhatikan aspek lingkungan,” harapnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini