CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengaku prihatin 6 petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di Cilegon dirawat di rumah sakit saat melaksanakan penghitungan suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Atas kejadian ini, orang nomor 1 di Cilegon ini bersama dengan unsur Muspida dan KPU berencana menjenguk para petugas itu.
“Saya baru dengar dari Pak Ketua KPU (Irfan Alfi,red) jika ada 5 petugas KPPS yang dirawat di rumah sakit. Bahkan, ada 1 petugas lain kornea matanya sudah gak berfungsi. Nanti deh, saya berserta pihak KPU akan pantau ke sana. Sampai sekarang kita belum tahu rumah sakit mana,” kata Edi usai menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekaptulasi Hasil Penghitungan Suara Pemiluhan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinisi, DPRD Kab/Kota tahun 2019 Tingkat Kota Cilegon yang digelar di Kantor KPU Kota Cilegon, Sabtu (4/5/2019).
Terhadap petugas KPPS yang dirawat di rumah sakit ini, Edi memastikan akan diberikan bantuan santunan. Ia meminta KPU dapat membantu hal ini.
“Untuk santunan sudah kita (pemkot,red) serahkan ke KPU. Hibah dari Pemkot kan udah kami kasih, jadi biar KPU aja yang menyerahkan. Sama saja kok, daripada double-double kan,” ucap Edi.
Soal kondisi pemilu di Cilegon, mantan Kepala Bappeda Cilegon menerangkan, pemilu di 8 kecamatan di Cilegon berjalan lancar dan aman. Tidak ada kendala apapun dalam penyelenggaraan tersebut.
“Alhamdullilah kegiatan ini tidak ada laporan yang negatif. Kita semua bersyukur dan kebetulan nuga banyak parpol (partai politik) yang hadir dalam rapat pleno ini,” katanya. (Ully/Red)

