Petugas kepolisian mengamankan pelaku GS yang melakukan penusukan kepada keluarganya sendiri di Pemahan BBS, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Kasus dugaan penusukan yang dilalkukan Gerson Kermite (29) terhadap Agus Sutarto (60) dan Mulyati alias Eti (55) yang merupakan bibi dan pamannya sendiri tengah disidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon. Diduga kejadian penusukan yang terjadi di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon ini terjadi lantaran niat pelaku meminjam uang untuk pengobatan orangtuanya ditolak oleh korban.

“Menurut keterangan saksi dan keterangan tersangka sendiri, dia butuh uang untuk biaya rumah sakit orangtuanya,” ujar Kapolres, AKBP Rizky Agung Prakoso, Sabtu (4/5/3019).

Setelah niat pelaku meminjam uang ditolak, kata Kapolres, pelaku kemudian berusaha menggadai motornya kepada korban. Namun saat itu juga korban juga menolaknya. Pelaku kemudian emosi dan melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Pertama dia mau meminjam uang, terus kemudian dia menawarkan alternatif kedua menggadaikan sepeda motor.  Tetapi justru mendapatkan respon negatif dari korban. Sehingga dia merasa emosi dan melakukan penganiayaan tersebut,” urainya.

Baca : Diduga Sakit Hati Ditolak Saat Gadai Motor, Pria di Cilegon Ini Tega Tusuk Keluarganya Sendiri

Mengenai asal usul pisau yang digunakan pelaku, polisi masih mendalaminya. Termasuk membuka terang benderang ada atau tidaknya perencanaan yang dilakukan pelaku pada saat penganiayaan tersebut. Saat ini atas perbuatan itu, pelkau dikenakan pasal 351 Undang-undang KUHP tentang penganiayaan dan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun.

“Dia kan pekerja dibengkel, jadi saat itu dia bawa. Tetapi kita masih mendalami, dia membawa alat itu sudah punya niat untuk melakukan penganiayaan atau tidak. Atau tujuan dia membawa alat itu, ada unsur dia mempersiapkan, tentu ada pelapisan pasal,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?