PANDEGLANG, SSC – Pemerintah Kabupaten Pandeglang sudah menyiapkan bantuan untuk penanganan rumah-rumah warga yang terdampak gempa mangintudo 5,9. Bantuan ini nantinya akan menggunakan dana tak terduga APBD Pandeglang.
Demikian disampaikan Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat melakukan kunjungan ke rumah warga yang terdampak gempa di Kampung Karoya, Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang mengalami roboh pasca gempa, Sabtu (3/8/2019).
Lebih jauh Irna menerangkan, selain bantuan itu, pihaknya juga akan memohon bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Banten untuk memaksimalkan penanganan korban gempa.
“Kami tentunya sudah tertutup anggaran kami, karena sudah tahun berjalan. Jadi nanti kami mohon bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi banten. Pun kalau ada hanya ada Rp 2,5 miliar untuk bantuan tidak terduga,” ujarnya.
Sekalipun sudah menyiapkannya, kata Irna yang dalam kunjungan mendampingi Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo, dana bantuan tak terduga itu dimungkinkan belum bisa mengakomodir kerugian materiil untuk 107 rumah warga yang terdampak gempa. Namun demikian, pihaknya masih perlu mempertimbangkan itu untuk penanganan kerusakan skala ringan disamping tetap meminta bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Banten.
“Mungkin tidak dapat tercover. Hitungan kami, update kami terkini, 107 rumah yang ada di pandeglang, ringan, sedang dan berat. Nah ini nanti kita akan lihat yang ringan apakah dari APBD kami dari rencana tak terduga, yang sedang dan berat mungkin nanti ada kebijaksanaan dari pemerintah pusat maupun Pemprov Banten,” papar dia.
Sejauh ini, kata dia, seluruh nilai kerugian akibat gempa masih dihitung oleh pihaknya. Kerugian masih diestimasi.
“Kami belum bisa mengestimasi, konkretnya kita akan hitung dahulu,” pungkasnya. (Ronald/Red

