CILEGON, SSC – Minimnya serapan tenaga kerja di Cilegon, membuat masyarakat mempertanyakan keberadaan job fair yang sering diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon. Tak hanya itu, penyelenggaraan job fair dianggap mubazir dan diminta untuk ditiadakan pelaksananya.
Hal ini terungkap saat Sospem (Sosialisasi Pembangunan) yang digelar di Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Selasa, (12/11/2019).
Salah satu tokoh masyarakat Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Husen Saidan, menyatakan jika penyelenggaraan job fair yang setiap tahun digelar ini hanya pemborosan APBD. Bahkan, job fair ini dinilainya pun tak mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal di Cilegon.
“Program tahunan seperti job fair ini tidak ada manfaat apapun untuk mengurangi tingkat pengangguran di Cilegon. Tapi justru hanya menghabiskan APBD. Saya usulkan, agar program job fair ini bisa diganti dengan program yang banyak manfaat untuk seluruh warga di Cilegon,” ujar Husen.
Husen mengusulkan agar Job Fair tersebut digantikan dengan program training atau pembekalan pelatihan khusus untuk masyarakat.
“Kami ingin ada suatu pembinaan atau rekrutmen khusus, yang dibentuk oleh Disnaker. Nanti dibentuk oleh pemerintah itu, selama proses pembekalan itu, ini lidelatif gitu, lakukan training khusus. Saya yakin pasti bisa,” ujarnya.
Menurut Husein, langkah tersebut akan efektif untuk menyerap tenaga kerja lokal yang sudah siap terjun ke industri.
“Karena kan sudah kita siapkan, apa saja kebutuhan mereka sudah disiapkan, masyarakatnya di didik. Jadi kita harapkan keseriusan pemerintah, khusunya walikota, Disnaker, agar melakukan suatu terobosan, semacam keseriusan, jadi bukan formalitas, tapi prioritas,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati, akan melakukan koordinasi dengan Disnaker Cilegon, agar industri dapat memberikan kuota lebih untuk masyarakat Kota Cilegon.
“Sebenarnya gak ada masalah apa-apa untuk penyelenggaran job fair tersebut. Dan nggak perlu diganti juga dengan program lain. Nanti kita ingin agar Disnaker bisa lebih dekat lagi dengan industri,” ujar Ati.
Ati berharap industri dapat lebih memahami keinginan masyarakat khususnya di Kota Cilegon.
“Kalau Job Fair-nya hilang menurut ibu jangan, tapi job fair itu kuota untuk kitanya harus lebih banyak. Kita akan coba, bahwa ini permohonan masyarakat, jadi industri harus paham terhadap itu,” ujarnya. (Ully/Red)

