20.1 C
New York
Minggu, April 26, 2026
BerandaPeristiwaDua Kali Terdampak Banjir, Warga Kruwuk Grogol Geruduk Lotte

Dua Kali Terdampak Banjir, Warga Kruwuk Grogol Geruduk Lotte

-

CILEGON, SSC – Warga di Lingkungan Tegalwangi Kruwuk, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon menggeruduk lokasi pembangunan pabrik di kawasan industri Lotte Titan Chemical, Kota Cilegon, Minggu (29/12/2019). Warga datang lantaran rumah mereka terendam luapan banjir akibat Kali Kruwuk menyempit oleh aktivits pengurugan Lotte.

Informasi yang dihimpun, warga menyambangi pabrik Lotte sekitar pukul 06.30 WIB. Warga datang ke lokasi dengan kondisi turun hujan setelah rumah mereka terendam banjir sekitar pukul 04.30 WIB. Di lokasi warga langsung bertemu dengan Kapolsek Pulomerak, AKP Rifki Seftrian. Perwakilan manajemen Lotte, Nurman dilokasi juga langsung menemui warga.

Ketua RT 03, Lingkungan Tegalwangi Kruwuk, Nasehudin mengatakan, warga datang meminta Lotte menangani serius masalah banjir yang terjadi di Lingkungan Keruwuk. Aktivitas pengurugan Lotte membuat Kali Kruwuk menyempit sehingga air yang mengalir meluap dan merendam rumah warga. Dari data yang dihimpun, kata Naasehudin, sedikitnya ada sekitar 50 rumah dari 120 Kepala Keluarga di lingkungannya terdampak banjir.

“Dampaknya sudah meluas, itu sudah 40 rumah yang terkena dampak banjir di RT 03, dengan ketinggian bervariasi. Ditambah dengan rumah daerah pinggir rel, itu sekitar 10 rumah. Kalau dilihat dari KK, itu yang terendam hampir setengahnya,” ujarnya.

Baca : Belasan Rumah di Kruwuk Grogol Terendam Banjir, Warga: Karena Pengurugan Lotte

Ia menyatakan, meski intensitas hujan tadi malam tidak begitu besar namun banjir yang terjadi cukup parah.

Ia mengutarakan, hal itu terjadi karena 3 saluran air yang sebelumnya ada telah tertutup olek aktivitas Lotte sehingga air di sisa 1 saluran yang ada meluap.

“Saluran air di Gurung Cindek, Dawe dan Kumpet, dulunya ada aliran air. Sekarang tertutup dan tertimbun karena pengurugan Lotte. Sekarang, empat saluran jadi satu saluran,” terang dia.

Nasehudin menyatakan, warga sudah menderita karena banjir tersebut. Karena banjir ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya juga warga mengalami musibah yang sama.

“Ini dua kali selama musim hujan. Karena musim hujan jarang-jarang. Waktu 4 saluran berfungsi, tidak seperti ini. Sebenarnya intensitas hujan tadi tidak begitu besar tapi dampaknya sudah kerasa,” paparnya.

Ia menyatakan, warga meminta agar Lotte segera melakukan penanganan secara serius. Mereka meminta agar kali atau drainase segera dinormalisasi karena dampaknya langsung dialami masyarakat. Ia khawatir jika kejadian banjir tidak diatasi nantinya ketika pabrik beroperasi maka akan timbul dampak lain kepada warga.

“Tadi kata Lotte, Insya Allah akan segera ditangani. Mereka mau ngobrol dahulu seperti me lurah, anggota dewan dan RT RW. Tadi kapolsek juga mengimbau ke Lotte supaya memperhatikan nasib warga, kami mengapresiasi itu. Ini baru imbas banjir. Belum nanti misalnya ada imbas debu kalau pabrik beroperasi, belum lagi kebisingan. Intinya kita minta, ini diprioritaskan terlebih dahulu,” keluhnya.

Sementara, Perwakilan Manajemen PT Lotte Chemical Indonesia, Nurman menyatakan, pasca pertemuan dengan warga, pihaknya langsung mengkomunikasikan kejadian banjir yang terjadi dengan petinggi Lotte.

Ia menjelaskan, pada banjir kali pertama beberapa waktu lalu, Lotte sudah melakukan survey dan langsung melakukan pendalaman saluran air. Namun untuk pelebaran saluran belum dapat dilakukan karena lahan yang dilebarkan bersinggungan dengan lahan warga dan perusahaan lain.

“Sekarang saya sedang menindaklanjuti itu dengan pihak Lotte. Upaya kita, pertama kita sudah memperdalam (kali). Sesuai action pertama setelah sudah bertemu warga. Kita sedang mendalami, merapikan alur. Kalau melebarkan, itu kan ada tanah warga, kita belum sampai kesitu karena perlu diskusi dengan stakeholder,” terangnya.

Ia menyatakan, banjir yang terjadi sebenarnya bukan sepenuhnya tanggung jawab Lotte. Karena jika Kali Kruwuk di normalisasi, kata dia, lokasinya berbatasan dengan lahan perusahaan lain dan juga warga. Hal itulah perlu untuk dibahas bersama seluruh pihak. Sambil melakukan pendalaman kali kembali esok hari, Senin (30/12/2019), pihaknya akan berkoordinasi dengan DPRD Cilegon untuk meminta bantuan menengahi masalah tersebut karena melibatkan banyak pihak.

“Kita nunggu pak dewan, untuk mempertemukan stakeholder terkait. Karena ini nggak bisa kalau Lotte sendiri. Disitu kan ada tanah PCM, tanah KS, perannya harus ada juga. Kalau kita tetap action, saat hujan pertama sudah action. Cuman belum maksimal. Karena pendalaman masih proses, namun hujan deras lagi,” tandasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini