SERANG, SSC – Serapan tenaga kerja di Kota Serang masih terbilang rendah. Hal itu dapat dilihat dari tingkat pengangguran terbuka di 2019 mencapai kurang lebih 10 ribu dan didominasi usia produktif dari 18-25 tahun.
Untuk menekan jumlah pengangguran, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang akan berkordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja melalui BBLK Serang untuk bisa memberi pelatihan kerja.
“Pertama tentu saja mencari peluang melihat dan bertanya kepada pemerintah pusat terutama kementerian tenaga kerja program pelatihan yang dilaksanakan BBLK yang tersebar di setiap daerah,” ujar Kepala Disnakertrans Serang, Akhmad Banbela ditemui diruanganya, selasa (28/1/2020).
Ia mengakui, penyerapan masih minim dikarenakan jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah calon tenaga kerja.
Industri kecil dan menengah secara rata-rata hanya memperkejakan dibawah 10 orang.
Selain itu, masalah yang mendasar menyangkut belum dibekalinya calon tenaga kerja dengan keteramapilan yang mumpuni. Calon tenaga kerja yang baru lulus dari tingkat SMA maupun pergurian tinggi, kata dia, memang sudah siap bekerja namun faktanya banyak yang tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan pemberi kerja.
“Ternyata yang namanya alumni baik perguruan tinggi dan SMK, kenyataannya itu mereka siap latih belum bisa langsung masuk bursa kerja baik provinsi, nasional apalagi internasional,” sambungnya.
Ia berharap, meski Disnakertrans Kota Serang
dengan anggaran yang terbatas tetape akan mengupayakan untuk memecahkan masalah tersebut. Pihaknya berusaha agar cataker dapat dibekali keahlian dan keterampilan.
“BBLK di Bandung membuka peluang di daerah-daerah, kami juga mengirim untuk spesialis otomotif dan spesialisasi Nissan dan Mitsubishi 20 orang, kemudian kementrian juga bekerja sama dengan otomotif tersebut,” pungkasnya. (MG-01)

