20.1 C
New York
Kamis, Juni 4, 2026
BerandaPemerintahanTata Ruang Kota Serang Akan Disulap Berkonsep Jepang

Tata Ruang Kota Serang Akan Disulap Berkonsep Jepang

-

SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang akan menyulap Tata Ruang Kota Serang berkonsep ala Jepang. Konsep yang akan digunakan salah satunya mencontoh zona tata ruang industri di Jepang diterapkan di Kota Serang.

Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, rencana kerjasama kedua pemerintah tidak lepas kaitan langkah pemerintah yang saat ini tengah menggodok revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang.

“Kalau yang sebelum perubahan kan sudah ada, sekarang kan ada perubahan RTRW. Jadi kalau ada perubahan RTRW, master plan pun akan berubah juga,” ujar Walikota usai rapat Rencana Agenda Pemaparan Mengenai Penataan Ruang Kota Serang dan Pengembanganya Serta Kerjasama Kota Serang Dengan Pemda Jepang diruang kerjanya, Rabu (5/2/2020).

Syafrudin menyatakan, meski kedua pemerintah sudah mengadakan pertemuan namun konsep tata ruang meniru Jepang baru sebatas rencana.

“Jadi, sebenarnya kerjasamanya belum terealisasi, akan tetapi masih baru wacana. Mudah-mudahan kerjasama ini juga nanti kita tidak lanjuti,” katanya.

Prinsipnya, pemerintah terbuka bagi siapa saja yang berkeinginan untuk bekerjasama. Yang terpenting, kata dia, tata ruang Kota Serang harus bisa lebih terkonsep dan terarah.

“Inikan pengajuan dari mereka. Kalau kami keinginan siapapun atau dari manapun yang penting cocok untuk Kota Serang. Sebenarnya kerjasama ini belum dibahas yah, akan tetapi memang kami hanya menginginkan Kota Serang ini ada konsep. Kemudian konsep ini kenapa kerjasama dengan Jepang artinya mudah-mudahan konsep dari Jepang itu lebih baik,” paparnya.

Sementara, Konsultan Lokal Indonesia untuk Partnership Jepang, Iko Saleh mengatakan, rencana kerjasama tidak sebatas membahas
tata ruang Serang berkonsep Jepang namun juga membahas kerjasama lainnya.

“Bentuk pengelolaan perikanan atau soal tenaga kerja yang cukup menarik,” katanya.

Iko menyatakan, rencana kerjasama nanti juga tidak satu arah. Kedua pemerintah bisa saling memanfaatkan potensi masing-masing.

“Banyak seperti nurse atau perawat yang dibutuhkan di Jepang, terus Mekanical bukan TKI tapi Special Worker,” imbuhnya.

Mengenai pelaksanaan kerjasama, papar dia, ditargetkan sudah bisa dijalin setelah 6 bulan kedepan. (MG-01).

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2